Apakah kita menjadi budak pengisi baterai?

  • 15 Maret 2014
charger
"Jangan ganggu saya, sedang mengisi baterai"

Parlemen Eropa melakukan pemungutan suara untuk memutuskan apakah mereka akan menerapkan pengisi baterai tunggal untuk semua telepon seluler.

Dengan baterai berdaya rendah, banyak orang menjadi tawanan pengisi baterai mereka, kata Harry Low.

Sudah pemandangan biasa melihat orang mengisi baterai di bandara, kereta dan di kantor.

Pos-pos pengisian baterai didirikan di festival-festival dan kota-kota di Eropa timur.

Hal itu memunculkan pertanyaan: "Apakah kita telah menjadi budak pengisi baterai?"

Dalam beberapa hal, daya baterai yang rendah memaksa kita untuk kembali ke cara sebelum era ponsel dimana kita setuju untuk bertemu di suatu tempat pada jam tertentu.

'Penyedot baterai'

Jeff Parsons, editor berita di majalah teknologi T3, mengatakan pengisi baterai baru yang banyak digunakan saat ini adalah solusi temporer terhadap masalah yang kerap dihadapi pabrikan ponsel.

"Alat pengisi baterai baru ini memiliki banyak fitur baru dan pada akhirnya justru menghabiskan baterai.

"Layar display yang terang, notifikasi langsung dan koneksi Bluetooth adalah salah satu penyedot baterai yang besar di ponsel pintar," kaa Parsons.

Ia menambahkan sangat sedikit ponsel yang dapat bertahan hingga 24 jam tanpa mengisi ulang baterai.

"Tidak ada seorang pun yang ingin bepergian dengan ponsel mati sehingga tak heran banyak orang yang mencari aman dan selalu membawa pengisi baterai kemana pun mereka pergi," tambahnya.

Jadi, jika Anda pergi ke warung kopi nanti, pikirkan posisi kursi Anda dengan seksama.

Jika Anda duduk di dekat soket listrik, bukan tidak mungkin akan ada banyak orang yang ingin mengisi baterai, iri dengan posisi Anda.

Berita terkait