BBC navigation

Seperempat makanan dunia terbuang atau hilang

Terbaru  27 Februari 2014 - 22:33 WIB
Makanan yang terbuang

Di negara-negara maju, konsumen yang menjadi penyebab banyaknya makanan yang terbuang.

Laporan Bank Dunia mengatakan antara 25% hingga 33% makanan yang diproduksi di dunia terbuang atau hilang.

Di kawasan Amerika Utara, penyebab terbesar adalah para konsumen sendiri sedangkan di Afrika, sebagian besar pangan hilang ketika dalam proses produksi atau pemrosesan.

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan pemborosan seperti itu memalukan karena jutaan orang lain di dunia setiap malamnya tidur dengan perut kelaparan.

"Jutaan orang di dunia tidur kelaparan setiap malam dan jutaan ton makanan dibuang di tempat sampah atau terbuang dalam perjalanan ke pasar," tegasnya.

Di wilayah-wilayah yang dilanda kekuarangan gizi -seperti Afrika dan Asia Selatan- kehilangan pangan itu setara dengan 400 hingga 500 kalori per orang per hari.

Sementara di kalangan negara-negara maju, tingkatnya lebih tinggi dengan mencapai 750 hingga 1.500 kalori. Klik Gejala terbuangnya makanan, khususnya di negara-negaraKlik maju, sudah menjadi keprihatinan dalam beberapa waktu belakangan.

Di Klik Amerika Serikat dan Klik Inggris, misalnya, rata-rata setiap keluarga yang terdiri dari empat orang, membuang makanan senilai US$1,600 atau sekitar Rp10,6 juta setiap tahunnya.

Makanan terbuang

Salah satu upaya untuk mengurangi makanan terbuang adalah investasi di bidang transportasi.

Laporan Bank Dunia ini menyarankan beberapa jalan keluar untuk mengurangi terbuangnya makanan adalah dengan mengubah perilaku konsumen.

Selain itu juga diperlukan peningkatan teknik-teknik pertanian dan investasi untuk pengangkutan dan penyimpanan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.