Penguin diminta hadapi gugatan hukum

  • 24 Februari 2014
Buku Wendy Doniger
Sekelompok pegiat menganggap buku karya Wendy Doniger menghina umat Hindu.

Sejumlah akademisi terkemuka India dan internasional meminta Penguin India untuk menghadapi gugatan hukum terkait sebuah buku yang ditulis ilmuwan Amerika Serikat.

Sebelumnya sekelompok pegiat Hindu, Shiksha Bachao Andolan, mengajukan gugatan perdata atas Penguin dengan anggapan buku berjudul The Hindus: An Alternative History karya Wendy Doniger menghina umat Hindu.

Penguin dilaporkan mencapai kesepakatan di luar pengadilan serta menarik peredarannya dari seluruh India dan menghancurkannya.

Namun keputusan menarik buku itu dari pasar memicu kritik yang meluas karena dianggap melemahkan kebebasan mengungkapkan pendapat dengan mempertanyakan kenapa sebuah perusahaan besar takluk pada kelompok kecil yang tidak banyak dikenal.

Undang-undang India menetapkan 'penghinaan agama' secara lisan dan tertulis sebagai pasal kejahatan.

Akademisi yang mendesak Penguin menempuh proses hukum tersebut antara lain Ashis Nandy, Partha Chatterjee, Romila Thapar, dan Martha Nussbaum.

Wendy Doniger
Wendy Doniger mengaku tidak bisa menyalahkan Penguin namun amat marah.

Mereka membuat petisi lewat situs change.org untuk mendesak Penguin menempuh langkah hukum ke pengadilan yang lebih tinggi.

Sejumlah warga India ikut menambahkan adanya kekhwatiran bahwa kelompok-kelompok agama mengekang kebebasan berbicara dan ekspresi seni.

Wendy Doniger mengatakan tidak bisa menyalahkan Penguin namun menambahkan dia amat marah dan prihatin dengan kebebasan berbicara di India.

Dijual dengan harga harga 700 rupee atau sekitar Rp140.000, buku setebal 800 halaman ini dilaporkan sebagai salah satu buku yang populer di toko buku internet.