BBC navigation

AS peringatkan Uganda soal RUU antigay

Terbaru  17 Februari 2014 - 09:22 WIB
Uganda

Saat parade di London, gay di Uganda dapat dikenakan hukuman penjara jika UU diberlakukan.

Presiden Barack Obama memperingatkan Presiden Uganda Yoweri Musuveni akan memperumit hubungan dengan AS jika memberlakukan Undang-Undang anti gay.

Dalam peraturan tersebut, mereka yang terbukti melakukan tindakan homoseksual dapat diancam hukuman penjara seumur hidup.

Peraturan itu juga menyebutkan seseorang dapat dianggap melakukan tindakan kriminal jika tidak melaporkan orang yang memiliki orientasi seksual berbeda.

Mempromosikan homoseksualitas - bahkan berbicara mengenai hal itu tanpa mengecamnya- juga dapat dikenakan hukuman penjara.

Tetapi Presiden Obama, yang sempat menyebutkan aturan itu "menjijikan", dan mengatakan hubungan kedua negara akan menjadi rumit jika RUU tersebut disetujui. Obama menggambarkan pemberlakukan RUU itu akan merupakan sebuah penghinaan, dan membahayakan komunitas gay di Uganda.

Penasehat Keamanan Nasional Amerika, Susan Rice, mengatakan melalui Twitter dia telah berbicara dengan Presiden Uganda pada Sabtu lalu, dan mendesak agar tidak menandatangani RUU tersebut.

Tak harus dipenjara

Uganda

Seorang pria gay asal Uganda menutup wajahnya ketika mencari suaka ke AS

Sebelumnya, Presiden Museveni menolak untuk menandatangani RUU yang kontroversial. Juru bicaranya mengatakan presiden yakin bahwa orang yang menjalani hubungan sesama jenis itu sakit tetapi dia tidak yakin mereka harus dihukum mati atau dipenjara seumur hidup.

Museveni berupaya untuk berkompromi dengan anggota parlemen, karena jika dia menolak untuk menandatangani aturan tersebut, parlemen masih dapat memberlakukannya dengan dukungan dua pertiga suara.

Sebelumnya rancangan undang-undang ini mencantumkan mengenai hukuman mati bagi para pelanggarnya, termasuk jika anak-anak terlibat atau pelaku positif HIV, tetapi pasal itu kemudian dihapus.

Uganda telah memiliki aturan untuk melarang hubungan sesama laki-laki, tetapi kemudian diperketat dengan menambahkan larangan untuk lesbian.

AS merupakan negara asing pemberi bantuan terbesar pada Uganda, dan pada 2011 pasukan Amerika dalam jumlah kecil dikirimkan untuk membantu militer Uganda memerangi tentara pemberontak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.