'Mengontrol tubuh orang lain' seperti film Avatar

  • 19 Februari 2014
monyet
Uji coba dilakukan kepada dua monyet, yaitu monyet pengendali dan monyet yang dibius.

Mirip film Avatar, kini para ilmuwan di AS tengah mempelajari bagaimana otak seekor monyet dapat mengontrol tubuh monyet lainnya.

Percobaan ini dilakukan dengan mengirim sinyal elektrik dari otak monyet utama ke saraf tulang belakang monyet kedua, sehingga tubuhnya dapat bergerak sesuai kontrol.

Tim riset berharap bahwa metode ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga orang lumpuh nantinya bisa mendapatkan kembali kendali atas tubuh mereka sendiri.

Penemuan yang dipublikasikan dalam Nature Communications disebut-sebut sebagai "penemuan kunci yang selangkah lebih maju."

Kerusakan pada saraf tulang belakang dapat menghentikan informasi dari otak ke tubuh, sehingga orang lumpuh dan tidak bisa melakukan aktivitas.

Ilmuwan berharap saraf rusak itu nantinya bisa digantikan oleh mesin.

Dikontrol orang lain?

Periset di Harvard Medical School tidak dibenarkan untuk sengaja membuat monyet lumpuh untuk uji coba ini, sehingga mereka menggunakan dua monyet, satu menjadi monyet pengendali dan satu lagi adalah monyet yang dibius.

Selama uji coba, gerakan fisik monyet yang dibius cocok dengan pola elektrik dalam otak monyet pengendali.

Monyet pengendali tercatat bisa dengan tepat (hingga 98%) mengontrol lengan 'avatar-nya'

avatar
Film Avatar mengisahkan manusia yang dapat mengontrol tubuh bangsa Navi di Pandora.

Ide bahwa sebuah otak bisa mengontrol tubuh avatar sudah menjadi populer berkat film laris Hollywood, Avatar.

Namun Prof Christopher James dari University of Warwick mematahkan adanya kemungkinan teknologi itu diterapkan di masa depan.

"Sebagian orang mungkin khawatir bahwa ini berarti seseorang dapat mengontrol tubuh manusia lain, tetapi risiko hanya bisa terjadi jika tubuh tidak memiliki otak," ujarnya seperti dilaporkan Wartawan BBC James Gallagher.

"Karena orang normal akan memiliki kontrol sepenuhnya terhadap gerakan mereka, jadi tak mungkin seseorang bisa mengontrol gerakan orang lain dalam waktu dekat ini."

Berita terkait