Transaksi di Singapore Airshow catat rekor

  • 16 Februari 2014
Pameran Dirgantara Singapura merupakan pameran komersil dan pertahanan udara terbesar di Asia.

Pameran Dirgantara Singapura membukukan transaksi bisnis hingga US$32 miliar seiring dengan tingginya permintaan akan penerbangan rute pendek dan murah.

Transaksi itu mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang penyelenggaraan pameran dirgantara terbesar di Asia tersebut.

Produsen pesawat Eropa Airbus masih menjadi favorit dengan nilai transaksi separuh dari total, yaitu hampir US$15 miliar untuk pemesanan pesawat A320 dan A380.

Penyelenggara acara, Jimmy Lau mengatakan permintaan akan pesawat berukuran lebih kecil akan meningkat seiring perekonomian kelas menengah terus meningkat.

Pesawat dengan penerbangan regional berisi kurang dari 100 penumpang adalah satu jenis pesawat yang cukup laris dalam ajang ini.

"Perusahaan yang akan diuntungkan dengan terobosannya adalah (perusahaan seperti) Embraer dan Bombardier yang akan menjual jet regional berukuran lebih kecil ke negara-negara seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia," kata Lau seperti dilansir AFP.

Embraer, pembuat pesawat dari Brasil, memperkirakan maskapai Asia-Pasifik yang akan membeli sekitar 1.500 jet baru, yaitu jenis pesawat berkapasitas 70 hingga 130 kursi selama 20 tahun ke depan.

Nilai total pembelian mencapai US$70 miliar atau hampir mendekati 20% dari permintaan global.

Sementara itu, produsen pesawat asal Kanada, Bombardier, mengharapkan Asia Pasifik dapat menyerap sepertiga dari 12.800 pesawat produksinya di segmen 20-150 kursi dalam dua dekade mendatang.

Awal pekan lalu, pejabat pertahanan Indonesia batal menghadiri pameran ini di tengah ketegangan kedua negara terkait nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Usman Harun.