Tuntutan royalti atas 'musik penyiksaan' di Guantanamo

  • 6 Februari 2014
Penjara di Teluk Guantanamo, Kuba, banyak dikritik karena menyiksa para tahanan.

Kelompok musik Kanada mengirimkan tagihan royalti ke militer Amerika Serikat setelah diberitahu bahwa musik mereka "dipakai dalam penyiksaan tersangka teroris di penjara Guantanamo".

Seorang anggota band Skinny Puppy, Cevin Key, mengatakan kepada CTV News bahwa mereka meminta uang sebesar US$666.000 atau sekitar Rp8,1 miliar.

Pemain keyboard ini mengatakan seorang penggemar mereka yang bertugas sebagai penjaga penjara Guantanamo menginformasikan kepada mereka tentang penggunaan musik itu.

"Kami tidak hanya protes karena lagu kami dipakai untuk menyiksa orang, tetapi juga karena mereka melakukannya tanpa izin," kata Key dalam sebuah wawancara.

Pihak militer AS mengatakan kepada BBC mereka belum menerima tagihan tersebut.

Letkol Todd Breasseale mengatakan departemen pertahanan tidak akan berkomentar tentang prosedur di Teluk Guantanamo.

AS telah banyak dikritik karena sejumlah laporan mengenai cara penanganan nara pidana di penjara Kuba itu.

Dilaporkan bahwa militer AS di sana dan di fasilitas penahanan lainnya di Irak dan Afghanistan menyetel musik dengan sangat keras ke dalam sel tahanan, mulai dari Metallica, Nine Inch Nails, Queen bahkan musik Sesame Street.

Seorang jenderal Angkatan Darat AS yang berwenang mengatakan praktek itu akan "menciptakan ketakutan, disorientasi ... dan shock", demikian menurut Associated Press.

BBC secara mandiri tidak bisa mengkonfirmasi apakah lagu Skinny Puppy betul digunakan di Guantanamo.

Berita terkait