BBC navigation

Kembang api Imlek dikurangi di Cina

Terbaru  31 Januari 2014 - 20:32 WIB
Kembang api di Shanghai

Pesta kembang api di Shanghai menjelang malam Tahun Baru, Kamis malam (30/01).

Para pejabat di ibukota Cina, Beijing, menyampaikan terima kasih kepada warga karena mematuhi seruan agar tidak banyak menyalakan kembang api selama perayaan Tahun Baru.

Dalam surat yang diterbitkan di media setempat, mereka mengatakan langkah ini mampu mengurangi tingkat polusi udara.

Menurut Pusat Pemantauan Lingkungan Beijing, kualitas udara pada malam tahun baru kali ini lebih baik dibanding kualitas udara tahun lalu.

"Ini menunjukkan bahwa warga menyalakan kembang api dan petasan lebih sedikit dibanding tahun lalu," kata Li Yunting dari Pusat Pemantauan Lingkungan, pada Jumat (31/01).

Beijing, sama seperti kota-kota lain di Cina, mendorong warga untuk menyalakan kembang lebih sedikit selama perayaan agar tidak memperburuk kualitas udara.

Para pejabat menyerukan kepada warga agar tetap menahan diri selama musim liburan ini.

Menyalakan kembang api merupakan tradisi yang biasanya dilakukan guna menyambut tahun baru.

Biro Keamanan Umum Beijing juga menerjunkan sejumlah helikopter untuk melakukan patroli di ibukota dan untuk mendeteksi kemungkinan kebakaran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.