BBC navigation

Polusi tingkatkan risiko serangan jantung

Terbaru  22 Januari 2014 - 11:52 WIB
Jalanan

Peneliti mengatakan tinggal di dekat jalan raya yang sibuk dapat tingkatkan risiko tercemar

Sebuah studi yang mengungkapkan adanya kaitan antara polusi udara dan risiko serangan jantung, menyebabkan para ahli meminta Uni Eropa meningkatkan target baru untuk mencapai udara bersih, seperti disampaikan para ahli.

Penelitian BMJ memantau data dari 100.000 orang di lima negara eropa dan menemukan bukti-bukti yang berbahaya untuk kesehatan, bahkan pada tingkat konsentrasi polusi udara yang diijinkan.

Para ahli menekankan risiko terhadap individu masih relatif kecil.

Sejumlah argumen menyebutkan hasil penelitian itu tidak menyakinkan karena mereka tidak menghitung paparan pencemaran ke tingkat yang lebih tinggi.

Salah satu faktor, seperti merokok dan memiliki tekanan darah tinggi, memberikan kontribusi lebih banyak kepada risiko serangan jantung seseorang dibandingkan asap kendaraan dan industri, kata mereka.

Tetapi paparan pencemaran udara dalam jangka panjang dan berulang, seperti karena tinggal di dekat jalanan yang sibuk di sebuah kota, ungkap penelitian bersama yang dilakukan oleh institut dan universitas di Eropa.

Polusi dan penyakit pernafasan

Studi BMJ menemukan peningkatan kadar partikel halus PM 2,5 sebesar 13 % relatif meningkatkan kejadian serangan jantung, setelah dihitung dengan faktor risiko lainnya seperti merokok.

Peningkatan kadar partikel yang lebih besar PM 10 juga berkaitan dengan risiko serangan jantung.

Aturan Uni Eropa yang baru menetapkan batas polusi udara PM 2,5 dua kali lipat dari ambang batas udara yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO.

Para peneliti mengatakan hasil studi tersebut seharusnya membuat Uni Eropa untuk menurunkan ambang batas partikel polusi udara.

Inggris memperkirakan hampir 30.000 orang meninggal lebih cepat setiap tahun sebagai hasil paparan polusi udara, yang dikaitan dengan asma dan penyakit paru-paru lain, termasuk kanker dan juga sakit jantung.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.