Pintu Air baru Manggarai 'siap Juni'

  • 18 Januari 2014
Pintu Air Manggarai
Pintu Air baru Manggarai dikerjakan siang malam mengejar target Juni, kata kontraktor.

Proyek pembangunan pintu air baru untuk pusat pemantau debit air kawasan Jakarta di Manggarai ditargetkan selesai pada bulan Juni tahun ini.

Proyek dikerjakan siang malam berkejaran dengan banjir yang terus-menerus melanda ibukota dan kini diklaim sudah mencapai 60%.

"Kondisi pintu air segitu tinggi pun kita tidak berhenti, cuma kalau hujan kita terpaksa berhenti karena pekerja kan tak bisa dipaksa," kata pelaksana lapangan proyek milik Kementrian Pekerjaan Umum ini, Pardjito kepada Dewi Safitri dari BBC.

Ia merujuk pada ketinggian pintu Air Manggarai yang telah mencapai 950cm dan pada malam sebelumnya sempat dinyatakan berstatus Siaga I.

Dengan proyek ini nanti Manggarai akan memiliki dua daun pintu air sehingga diharapkan akan mampu menampung lebih banyak debit air limpasan dari hujan di wilayah Bogor dan Depok.

"Pintu air yang sekarang kan baru mampu menampung 330 meter kubik per detik air. Nantinya bisa menjadi 507 meter kubik/detik," kata Pardjito di lokasi proyek.

Ditunggu

Sebuah kolom berbentuk kotak digali dengan kedalaman lebih dari 12 meter terletak persis di sebelah pintu air yang sekarang ada di Manggarai.

"Ini nanti akan jadi jalur kedua, tapi ada semacam lubang yang menghubungkan antara dua pintu agar ketinggian airnya sama."

Proyek yang juga mirip dengan skala lebih kecil juga sedang dikerjakan di Pintu Air Karet, kata Pardjito.

Normalisasi Ciliwung
Proyek Normalisasi Ciliwung beranggaran Rp1,2 triliun hingga akhir 2014 ini.

Kedua proyek merupakan bagian dari upaya meluaskan atau normalisasi Sungai Ciliwung yang tahun ini diharapkan rampung.

Sungai yang menjadi urat nadi transportasi, sumber air baku dan konservasi hayati di masa lalu ini kini kondisinya makin memprihatinkan.

Selain bertambah dangkal dengan air yang tak layak pakai, lebarnya juga menyempit hingga seperlima aslinya.

Pintu Air Manggarai
Kinerja Pintu Air Manggarai yang ada dihambat sampah menumpuk termasuk kasur.

"Kita tunggu banget nih normalisasinya, supaya nggak kebanjiran tiap hari kaya sekarang," kata Agus Suhendra, warga RW04 di Keluarahan Manggarai.

Rumah Agus yang berjarak hanya puluhan meter dari pinggir kali sudah menjadi titik langganan banjir bertahun-tahun.

Namun proyek ini juga ditentang banyak warga yang menolak dipindahkan dari bantaran kali tersebut.

Berita terkait