The Act of Killing masuk nominasi Oscar dan BAFTA

  • 16 Januari 2014
act of killing
Salah satu adegan dalam film 'The Act of Killing' karya sutradara Joshua Oppenheimer

Film dokumenter The Act of Killing masuk nominasi dokumenter terbaik di Oscar dan mendapat dua nominasi Penghargaan Film dan Televisi Inggris, BAFTA.

Film yang berkisah tentang pembantaian komunis di Indonesia pada 1965 itu bersaing dengan Cutie and the Boxer, Dirty Wars, The Square, dan 20 Feet from Stardom.

Di ajang BAFTA film yang disutradarai Joshua Oppenheimer itu dinominasikan untuk kategori film bukan bahasa Inggris dan kategori dokumenter.

Di kategori terakhir -seperti diumumkan situs BAFTA, The Act of Killing bersaing dengan The Armstrong Lie, Blackfish, dan We Steal Secrets: The Story of Wikileaks.

The Act of Killing yang diproduksi tahun 2012 menggunakan gaya bercerita film di dalam film.

Tokoh Anwar Congo -yang memerankan diri sendiri yang pernah menjadi preman di Medan- diminta oleh sutradara Oppenheimer untuk merekonstruksi pembunuhan yang dia lakukan setelah 30 September 1965.

Rekaman rekonstruksi dilengkapi dengan wawancara para pemain maupun adegan yang mengikuti kehidupan sehari-hari mereka, antara lain ketika Anwar memberi makan bebek bersama kedua cucunya.

The Act of Killing atau sering disingkat TAOK sebelumnya sudah meraih penghargaan di beberapa festival film internasional.

Di Hollywood sendiri, film ini menjadi bahan diskusi dan situs pemeringkat film bergengsi, MCN, meletakkan The Act of Killing di peringkat kelima film terbaik sepanjang 2013.

Berita terkait