Pria Afrika menjadi kanibal karena dendam

  • 13 Januari 2014
Tentara Prancis berpatroli di wilayah Bangui.

Seorang pria di Republik Afrika Tengah mengaku telah memakan daging manusia karena ingin "membalas dendam" atas kematian keluarganya.

Pria yang menamai dirinya"Mad Dog" atau "Anjing Gila" ini ikut dalam sekelompok warga Kristen yang menyerang seorang warga Muslim di ibu kota Bangui.

Kepada BBC, dia mengatakan dirinya merasa "marah" karena kematian istrinya yang tengah mengandung, saudara ipar, dan bayinya dalam konflik sektarian.

Setidaknya 1.000 tewas dalam aksi kekerasan yang terjadi di negara yang mayoritas Kristen ini pada Desember lalu.

Puluhan ribu orang juga terpaksa pergi dari rumah mereka karena konflik sektarian.

Namun wartawan BBC mengatakan kini konflik sudah mereka di Bangui setelah milisi rival meletakkan senjata mereka dalam gencatan senjata yang ditengahi oleh militer Prancis.

'Membuntuti korban'

Mad Dog mengatakan kepada wartawan BBC Paul Wood dia telah melihat korban - yang seorang Muslim - duduk di minibus dan memutuskan untuk mengikutinya.

Banyak dan lebih banyak orang lantas bergabung dengan aksinya itu.

Dia memaksa pengemudi bus untuk berhenti dan menyeret orang itu ke jalan, di mana dia dipukuli, ditusuk, dan dibakar.

Sebuah video rekaman memperlihatkan Mad Dog tampak sedang memakan kaki korban.

Menurut saksi mata, tidak ada orang yang mencoba mencegahnya.

Aksi kanibalisme jarang terjadi di Republik Afrika Tengah, namun banyak pejuang Kristen percaya pada ilmu gaib, kata Paul Wood.

Kasus kanibalisme pernah juga terjadi di Prancis, saat seorang tunawisma membunuh seorang manula serta memakan lidah dan jantungnya.