Aktivis protes lelang ijin berburu badak

  • 12 Januari 2014
Badak
Aktivis mengatakan perburuan cula badak meningkat

Ijin untuk berburu dan membunuh satwa langka Badak Hitam di Namibia terjual dalam sebuah lelang di AS dengan harga $350.000 atau RP4,2 milliar.

Dallas Safari Club di Texas mengatakan perburuan itu dapat membantu melindungi spesies dengan menyingkirkan badak tua yang agresif, dan mencari dana untuk konservasi.

Bagaimanapun, lelang tersebut memicu kritik dari kalangan ahli konservasi, dan bahkan muncul ancaman kematian.

Namibia merupakan rumah bagi sepertiga jumlah badak di seluruh dunia, yaitu 5.000 ekor, dan menerbitkan tiga ijin berburu dalam setahun.

Pertama kalinya sebuah ijin berburu dilelang di luar wilayah negara Afrika bagian selatan.

Lelucon yang menyedihkan

Lelang badak
Sekitar 80.000 orang menandatangani petisi memprotes lelang perburuan badak.

Proses lelang yang dilakukan di sebuah gedung pertemuan di Dallas dijaga ketat aparat keamanan, menyusul protes yang digelar oleh puluhan orang.

Pemenang lelang - yang belum dipublikasikan namanya - akan berburu badak berusia tua, dan badak jantan yang tidak masuk dalam program pembiakan.

Penyelenggara mengatakan badak tua yang agresif merupakan ancaman bagi badak muda.

Hasil lelang akan disumbangkan ke pemerintah Namibia dan akan digunakan untuk upaya konservasi, seperti disampaikan oleh pejabat klub berburu di Dallas.

Kelompok pemerhati hak satwa menggambarkan perburuan yang diklaim sebagai tindakan konservasi merupakan sebuah "kejahatan" dan "lelucon yang menyedihkan".

"Lelang ini akan memberitahukan kepada dunia bahwa warga Amerika akan membayar berapapun untuk membunuh spesies mereka," kata Jeffrey Flocken dari International Fund for Animal Welfare (Ifaw) kepada Associated Press.

Lebih dari 80.000 orang menandatangani petisi online menentang lelang tersebut.

FBI menyatakan akan menyelidiki ancaman kematian yang berkaitan dengan lelang tersebut.

Data terakhir memperkirakan jumlah badak putih sekitar 20.000 ekor. Menurut ahli konservasi, perburuan badak meningkat karena banyaknya permintaan terhadap cula satwa ini yang dianggap sebagai obat di negara seperti Cina dan Vietnam.