BBC navigation

Korban Topan Haiyan kembali ke sekolah

Terbaru  6 Januari 2014 - 18:24 WIB
Anak-anak di Tacloban

Anak-anak di Tacloban dihibur badut dari organisasi Clowns Without Borders.

Sekolah di Filipina tengah kembali dibuka hari Senin (06/01) setelah ditutup sejak diterjang badai terkuat dua bulan lalu, menewaskan ribuan orang.

Namun belum semua murid menghadiri proses belajar mengajar yang sekarang digelar di tenda-tenda daurat tersebut.

"Hanya sekitar 50% dari sekitar 1.000 murid hadir hari ini," kata Maria Evelyn Encina, seorang kepala sekolah di Desa San Roque, Tacloban, kepada kantor berita AFP.

Semua perkampungan di desa ini musnah tersapu topan super Haiyan. Setidaknya sembilan murid tewas, banyak lainnya hingga saat ini tidak diketahui nasibnya.

"Mungkin mereka masih di pusat-pusat pengungsian atau dibawa oleh keluarga mereka ke tempat lain," jelas Encina.

Jutaan anak mengungsi

Encina menjalankan sekolah dari tenda berwarna putih, sekitar 50 meter dari pantai, yang oleh pemerintah dimasukkan dalam kategori wilayah berbahaya.

"Kami memang memerlukan bangunan yang lebih permanen. Tapi untuk saat ini, tenda ini sudah memadai," katanya.

Haiyan menghantam kawasan Filipina tengah pada 8 November dengan kecepatan mencapai 315 km/jam.

Topan ini memicu gelombang raksasa yang menyapu banyak permukiman.

Sekitar 8.000 orang tewas atau hilang sementara 30.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dana anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan sekitar empat juta orang mengungsi, 1,7 juta di antaranya adalah anak-anak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.