Pussy Riot serukan boikot Olimpiade Rusia

  • 24 Desember 2013
pussy riot
Nadezhda Tolokonnikova, "Pembebasan ini adalah tindakan kosmetik"

Seorang anggota band punk Rusia Pussy Riot meminta dunia memboikot Olimpiade Musim Dingin Februari mendatang, beberapa jam setelah ia dibebaskan dari penjara.

Nadezhda Tolokonnikova menyebut undang-undang amnesti yang membebaskannya sebagai "tindakan kosmetik."

Ia dan teman satu bandnya, Maria Alyokhina, yang juga dibebaskan, mengatakan sistem penjara membutuhkan reformasi dan berjanji akan melanjutkan aksi anti pemerintah.

Mereka dipenjara pada 2012 setelah menyanyikan lagu protes di katedral Moskow.

Aksi itu dipandang sebagai penodaan agama oleh rakyat Rusia dan dikecam oleh Gereja Orthodoks.

Tetapi vonis yang dijatuhkan pengadilan yaitu "kejahatan akibat kebencian agama" dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, aktivis anti pemerintah dan politisi asing.

'Tindakan konyol'

Amnesti pekan lalu bertujuan untuk membebaskan 20.000 tahanan.

Presiden Vladimir Putin juga mengampuni mantan konglomerat minyak Mikhail Khodorkovsky, yang pernah menjadi orang terkaya di Rusia, dengan alasan kemanusiaan.

"Apa yang terjadi hari ini, membebaskan narapidana hanya beberapa bulan sebelum hukuman mereka usai, adalah kosmetik saja," kata Nadezhda.

"Termasuk pembebasan Khodorkovsky, yang sisa hukumannya tinggal sedikit lagi. Ini sangat konyol."

Ia mengatakan masih banyak orang yang harus dibebaskan.

"Saya menyerukan boikot, jujur saya. Saya menyerukan agar pemerintahan negara-negara Barat tidak menyerah karena mengharapkan kiriman minyak dan gas dari Rusia."

Berita terkait