BBC navigation

Cawan abad 15 terjual Rp25 milliar

Terbaru  24 Desember 2013 - 13:35 WIB
Cawan

Cawan peninggalan abad petengahan hanya sedikit yang bertahan

Sebuah cawan perak dari abad pertengahan yang disumbangkan ke sebuah gereja Wiltshire lebih dari 400 tahun lalu, terjual £1,3 juta atau hampir Rp26 milliar.

Penjualan cawan, yang diketahui dibuat pada tahun 1400-an, dilakukan untuk membiayai perawatan Gereja St Cyriac di Lacock Inggris.

Cawan itu dipinjamkan dan dipajang pada British Museum sejak 1963, Piala Lacock telah dibeli oleh museum dan Wiltshire Heritage Museum di kota Devizes.

Langkah tersebut ditentang oleh warga lokal, tetapi mahkamah gereja memutuskan penjualan cawan dapat dibenarkan.

"Saya senang bahwa cawan yang indah dan langka ini telah didapatkan jadi dapat terus dinikmati oleh pengunjung British Museum dan juga Wiltshire Museum," kata Neil MacGregor, dari British Museum.

Berasal dari pertengahan abad ke-15, cawan ini digambarkan sebagai salah satu dari bagian penting dari abad pertengahan di Inggris.

Pembuatan replika

Cawan yang digunakan untuk pesta pada periode abad pertengahan ini, disebut oleh seorang juru bicara sebagai British Museum "barang langka dengan sejarah yang unik."

"Sebagian besar benda dihancurkan ketika terjadi perubahan gaya dan beberapa masih bertahan," kata dia.

"Cangkir ini didonasikan sebagai sebuah cawan kepada gereja, sehingga dapat bertahan."

Dua replika akan dibuat untuk keperluan peribadatan di gereja dan akan dipajang ke Wiltshire Heritage Museum.

Dr John Catchpole, dari Dewan Gereja Paroki Lacock, mengatakan gereja merasa "senang."

"Gereja berniat untuk menginvestasikan hasil penjualan untuk membantu perawatan dan perbaikan bagian gereja," kata dia.

Yayasan Warisan Nasional dan Yayasan Budaya, memberikan kontribusi untuk pembelian cawan.

Cawan Lacock akan dipajang di British Museum.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.