Mata-matai Brasil, AS kehilangan kontrak triliunan

  • 19 Desember 2013
saab fighter
Kontrak ini sangat berarti untuk Saab karena kini mereka bisa menyaingi Boeing

Pabrikan pesawat Swedia Saab mendapat kontrak $4,5 miliar (Rp54 triliun) untuk memasok 36 pesawat jet ke Brasil.

Kontrak ini adalah salah satu yang terbesar saat ini dan Saab menghadapi kompetisi dari rival seperti Boeing dan Dassault Aviation.

Banyak pihak berharap Boeing atau Dassault keluar sebagai pemenang.

Beberapa analis mengatakan bahwa ketegangan politik antara Brasil dan Washington tentang dugaan aktivitas mata-mata AS kemungkinan besar merusak peluang Boeing.

Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dituduh meretas email dan pesan-pesan dari Presiden Dilma Rousseff, asisten-asistennya dan perusahaan minyak negara, Petrobras.

David Fleischer, ahli politik dari University of Brasilia, mengatakan bahwa Rousseff "awalnya lebih menyukai pesawat Boeing dan banyak orang berpikir ia akan mengumumkan keputusannya dalam lawatan ke Washington."

"Boeing hampir mendapatkan kontrak itu tapi NSA menerbangkan peluang mereka."

Tuduhan mata-mata itu dibuat oleh jurnalis berbasis di Rio, Glenn Greenwald, yang mendapat dokumen rahasia dari pembocor data intelijen AS Edward Snowden, dalam program di TV Globo pada September lalu.

Dugaan itu membuat Rousseff membatalkan lawatan ke Washington yang dijadwalkan Oktober tahun ini.