BBC navigation

Tak boleh ada ponsel dekat peti Mandela

Terbaru  12 Desember 2013 - 11:27 WIB
Peti Mandela

Polisi dilibatkan untuk pastikan tak ada yang menggunakan ponsel dekat peti jenazah.

Setelan insiden selfie sejumlah pemimpin negara Barat dalam kebaktian untuk Nelson Mandela Selasa (10/12) lalu, kini pemerintah Afrika Selatan memberlakukan aturan ketat terhadap warga yang ingin datang melihat jenazahnya: tak boleh membawa telepon seluler.

Larangan membawa ponsel ini diumumkan dengan pengeras suara oleh polisi di Pretoria yang meminta warga yang akan menyampaikan penghormatan terakhir agar meninggalkan telepon genggamnya di luar gedung atau mematikannya.

Larangan diumumkan beberapa kali dalam berbagai bahasa agar publik paham, lapor wartawan BBC di lokasi, Nomsa Maseko. Pengumuman ini sudah dinyatakan sebelum acara dilaksanakan tetapi kini nampaknya benar-benar dijalankan dengan tegas.

Petugas melarang keras warga berfoto di sekitar peti jenazah mendiang Mandela dan nampaknya tak mau kecolongan dengan pemberitaan seperti Klik munculnya foto diri (selfie) tiga pemimpin negara, Barack Obama, PM Inggris David Cameron serta PM Denmark Helle Thorning-Schmidt- yang tertangkap kamera wartawan berfoto ceria saat hadir dalam misa untuk Mandela di stadion dekat Johannesburg.

Klik Foto ketiga pemimpin yang beraksi gaya selfie itu menuai beragam pendapat setelah beredar luas di jejaring media sosial sepanjang 24 jam pertama, namun banyak muncul kecaman yang menyebut tindakan itu tak pantas karena dilakukan di tengah suasana duka.

Selfie Mandela

Obama, Cameron dan Torning-Schmidt menuai kecaman meski ada pembelaan juga.

Meski ada juga yang menganggap tindakan ini biasa saja karena umum dilakukan semua orang berkat teknologi kamera ponsel yang makin canggih.

"Menurut pendapat pribadiku aku justru kagum pada gaya selfie Obama dan Cameron. Posisi menyandarnya bagus, senyumnya cakap. Tidak pantas juga tetapi eksekusi fotonya bagus," kicau seorang pengguna Twitter di Inggris.

Selfie itu didefinisikan dengan dua hal: konteks dan niat, kata Dr Aaron Balick, seorang terapis kejiawaan dan penulis buku The Psychodynamics of Social Networking (Dinamika Kejiwaan dalam Jejaring Sosial).

"Kalau dipandang dari niatnya, maka pasti niat orang yang berfoto bukan mau sembrono (dalam acara duka)," kata Dr Balick. Tetapi dalam sebuah "tempat yang sakral," selfie saat berada berdekatan dengan peti jenazah Nelson Mandela akan membawa makna yang sangat berbeda, tambahnya.

Ia menyayangkan untuk urusan sepele seperti ini polisi harus dilibatkan. "Karena peran polisi belum tentu akan membuat orang jadi otomatis akan menghormati larangannya," tegasnya.

Hasrat untuk memamerkan diri saat berada dekat dengan Mandela jelas sangat menggoda - seorang politisi Kenya bahkan ketahuan mengakali foto dengan program photoshop agar seolah ia pernah terekam bersama alamarhum Nelson Mandela.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.