BBC navigation

Pengusaha yang menjadi ilegal di Malaysia

Terbaru  4 Desember 2013 - 11:58 WIB
Nasrin

Nasrin mengaku tidak ingin kembali ke Pakistan untuk menetap.

Mungkin karena penampilannya, para penerima tamu di kantor-kantor langsung berdiri menyapanya.

“'Selamat petang Nyonya'. Mereka melihat saya seperti ini.”

Itulah kisah Nasrin, seorang ibu yang elok asal Pakistan yang kini sedang mencari kerja di Malaysia.

Akan tetapi penampilan Nasrin tidak mampu membantu peruntungannya. Ia mengaku bersedia bekerja serabutan, termasuk membersihkan kantor dan menjaga toko.

“'Anda orang Pakistan? Ya, saya pengungsi dari Pakistan. Oh, tidak ada kerja'”, ungkap Nasrin mengenai jawaban yang sering ia terima ketika mencari kerja.

Sejak malapetaka menimpa keluarganya di kota Lahore, Pakistan enam tahun silam, Nasrin dan keluarganya pindah ke Malaysia dengan bekal visa bisnis.

“Saudara laki-laki suami saya dibunuh. Saya menyaksikan pembunuhan itu,” tuturnya kepada BBCIndonesia.com.

Merasa aman

"Kadang-kadang dapat kerja satu atau dua bulan tapi gaji tidak dibayar. Tanpa upah, makan apa?"

Nasrin

Di Malaysia ia dan suaminya merintis usaha pakaian di kawasan Klang, negara bagian Selangor, sekitar 50 km dari ibukota Kuala Lumpur.

Usaha itu gagal dan keluarganya beralih ke usaha peternakan dan perikanan. Menurut Nasrin, usaha tersebut juga gagal karena ditipu orang.

Hingga kini ia dan suaminya masih mencari kerja walaupun tidak mengantongi izin setelah visa bisnis berakhir.

“Kadang-kadang dapat kerja satu atau dua bulan tapi gaji tidak dibayar. Tanpa upah, makan apa?” tanya Nasrin.

Meskipun belum beruntung mendapatkan pekerjaan, ia mengaku senang dan merasa aman di Malaysia.

Atas dasar ancaman kekerasan di negara asalnya, Nasrin mengajukan permohonan menjadi pengungsi ke PBB dan itulah yang menjadi tumpuan harapannya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.