Ganti rugi untuk korban obat thalidomide

  • 2 Desember 2013
Korban thalidomide
Obat thalidomide menyebabkan ribuan bayi cacat karena dikonsumsi saat ibu hamil.

Korban obat thalidomide di Australia dan Selandia Baru yang menyebabkan kelainan bawaan mendapatkan ganti rugi sekitar US$81 juta dolar dari perusahaan yang mendistribusikan obat itu.

Thalidomide -obat yang populer digunakan pada awal masa kehamilan untuk mengatasi mual 50 tahun lalu- menyebabkan ribuan bayi di seluruh dunia mengalami cacat.

Perusahaan Inggris, Diageo, yang kini memiliki perusahaan obat yang memproduksi thalidomide, sepakat untuk memberikan ganti rugi kepada para korban.

Obat ini ternyata menyebabkan kelainan pada janin bila dikonsumsi pada awal kehamilan.

Salah seorang korban, Monica McGhie, yang lahir tanpa tangan dan kaki setelah ibunya mengkonsumsi obat itu 50 tahun lalu mengatakan ganti rugi tidak bisa menggantikan kesulitan yang ia alami.

Namun ia mengatakan senang karena bisa membiayai keperluan dan pengobatannya.

Tuntutan ganti rugi diajukan kepada perusahaan Jerman GrĂ¼nenthal yang menciptakan dan memproduksi thalidomide namun mereka menolak memberikan ganti rugi.

GrĂ¼nenthal, yang meminta maaf kepada korban thalidomide tahun lalu, mengatakan telah memberikan 500 juta euro sebagai ganti rugi pada 2010.

Diageo membayar sekitar US$45,87 juta kepada korban thalidomide Inggris pada 1970an.