BBC navigation

Qantas rencana ubah kepemilikan asing

Terbaru  28 November 2013 - 09:55 WIB
qantas

Qantas mengklaim menghadapi masa sulit karena peraturan kepemilikan asing.

Maskapai penerbangan Australia, Qantas, berencana mengubah aturan yang membatasi investasi asing dalam maskapai ini harus diubah.

Saat ini, aturan yang ada membatasi jumlah kepemilikan asing terhadap Qantas sampai 49%, dengan maskapai penerbangan asing diperbolehkan untuk memiliki hanya 35%.

Qantas mengklaim aturan ini menyulitkan pertumbuhannya, terlebih karena saingannya Klik Virgin mendapatkan banyak manfaat dari peningkatan investasi asing.

Qantas baru-baru ini berjuang di tengah meningkatnya persaingan dan melambatnya permintaan.

"Apa yang kita lihat di Canberra adalah para politisi mendengarkan argumen kami, para politisi mengatakan ada permainan yang tidak seimbang di sini," kata Alan Joyce, kepala eksekutif Qantas.

Saham Qantas naik sebanyak 5 % pada awal perdagangan di Sydney karena investor berharap adanya perubahan aturan yang dapat membantu perusahaan.

Masa-masa sulit

qantas

Maskapai ini sempat tidak mengudara pada 2011 akibat perselisihan buruh.

Aturan kepemilikan ini dimasukkan dalam Akta Penjualan Qantas pada waktu privatisasi maskapai ini pada tahun 1990-an.

Namun, sejak itu dinamika industri penerbangan telah berubah secara signifikan.

Meskipun terus mendominasi pasar Australia, Qantas harus berjuang di pasar internasional. Divisi internasional maskapai ini membukukan kerugian kerugian selama beberapa, yang berdampak pada keuntungan perusahaan secara keseluruhan.

Pada saat yang sama, keuntungan operasi domestik juga turun, pada tahun keuangan 30 Juni 2013 - turun 21% dari tahun lalu menjadi A$ 365 juta.

Maskapai ini menghadapi meningkatnya persaingan baik dari Virgin, Klik Etihad, Singapore Airlines dan Air New Zealand.

"Isu-isu terkait Akta Penjualan Qantas butuh tindakan parlemen untuk mengajukan banding dan saya pikir mendapatkan banding melalui majelis rendah dan majelis tinggi adalah masalah bagi kami," katanya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.