BBC navigation

Masyarakat modern kurangi seks

Terbaru  26 November 2013 - 10:53 WIB
holding hands

Banyak orang membawa peralatan elektronik ke tempat tidur mereka.

Kekhawatiran akan kondisi keuangan dan gangguan dari media sosial membuat orang berhubungan seks lebih jarang, kata para peneliti.

Sebuah survei terhadap lebih dari 15.000 warga Inggris menemukan mereka yang berusia 16-44 berhubungan seks kurang dari lima kali dalam sebulan.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan survei pada dua periode sebelumnya yaitu tahun 1990-91 dan 1999-2001, yang mencatatkan frekuensi lebih dari enam kali dalam sebulan menurut survei resmi nasional mengenai gaya hidup dan perilaku seksual.

Penulis penelitian ini mengatakan gaya hidup modern kemungkinan berdampak terhadap libido.

Dr Cath Mercer, dari University College London, mengatakan: "Orang-orang khawatir tentang pekerjaan mereka, khawatir tentang uang mereka menjadi tidak mood untuk seks.

"Tapi kami juga berpikir bahwa teknologi modern berada di balik tren ini. Orang-orang memiliki tablet dan telepon pintar dan membawa benda ini ke kamar tidur untuk aktif di Twitter dan Facebook, serta menjawab email."

seks attitude

Perbandingan frekuensi hubungan seks selama tiga kurun waktu.

Dia juga mengatakan survei ini menunjukkan bahwa pasangan berusia 16-44 tahun kemungkinan menggunakan Klik situs porno online sebagai pengganti seks.

Pergantian mitra

Pria yang disurvei pada 2010-2012 melaporkan berhubungan seks 4,9 kali dalam sebulan dan perempuan sebanyak 4,8 kali. Dalam kedua survei sebelumnya, frekuensi hubungan seks rata-rata lebih dari enam kali untuk kedua jenis kelamin.

Perempuan yang rata-rata berusia di bawah 44 tahun mengatakan mereka telah memiliki 7,7 orang mitra seks selama hidupnya, sedangkan untuk laki-laki itu sebanyak 11,7 mitra.

Survei ini juga menanyakan kepada para peserta apakah mereka pernah membayar untuk berhubungan seks dalam lima tahun terakhir. Hampir tidak ada perempuan melakukannya, tetapi sebanyak 3,6% laki-laki mengakui hal ini.

Jajak pendapat ini juga mengungkapkan sejauh mana orang dipaksa untuk melakukan hubungan seks yang bertentangan dengan keinginan mereka.

Satu dari 10 perempuan dan satu dari 70 laki-laki mengatakan mereka pernah mengalaminya.

Namun, hanya kurang dari setengahnya yang memberitahu siapa pun tentang hal itu dan bahkan lebih sedikit (13% wanita dan 8% dari laki-laki) yang melaporkan kejahatan itu ke polisi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.