Bos IKEA didakwa mata-matai karyawan

  • 20 November 2013
Stefan Vanoverbeke
Vanoverbeke, CEO IKEA di Prancis, memaparkan keuntungan perusahaan pada 10/10/2013.

Dua eksekutif senior perusahaan mebel Swedia IKEA dan mantan kepalanya didakwa telah memata-matai para pegawai dan pembeli yang tidak puas di sejumlah cabang di Prancis.

Kepala eksekutif perusahaan di Prancis, Stefan Vanoverbeke, pendahulunya, Jean-Louis Baillot, dan kepala keuangan, Dariusz Rychert ditahan pada hari Senin (18/11).

Mereka kini telah dikenai dakwaan melakukan mata-mata.

Disebutkan bahwa tahun lalu IKEA secara ilegal mengumpulkan informasi dari berkas kepolisian mengenai lebih 200 orang.

Skandal ini terkuak setelah orang dalam perusahaan membocorkan surat-surat elektronik kepada surat kabar satir Le Canard Enchaîné.

Surat-surat itu menunjukkan bahwa IKEA telah menyewa sejumlah detektif swasta untuk mengumpulkan informasi dari pusat penyimpan data kepolisian.

"Surat-surat elektronik menunjukkan bahwa IKEA mencari akses informasi dari data kepolisian yang membuat jutaan nama dan informasi pribadi penjahat, korban, dan bahkan saksi mata," lapor wartawan BBC di Paris, Christian Fraser.

IKEA Prancis, lanjut Fraser, secara khusus mencari informasi tentang karyawan termasuk para anggota serikat pekerja dan salah seorang konsumen yang mengajukan gugatan kepada perusahaan.

"Sejak saat itu serikat buruh mengadukan IKEA dengan tuduhan mematai-matai ratusan karyawan dan konsumen selama lima tahun," jelas Fraser.