Pertemuan Al-Madinah dengan pemerintah

  • 19 November 2013
Al-Madinah
Pemeriksaan Ofsted dilakukan setelah laporan Al-Madinah menerapkan aturan Islam keras.

Dewan Gubernur sekolah Islam, Al-Madinah, akan bertemu dengan Departemen Pendidikan Inggris untuk membahas kelanjutan sekolah yang bermasalah tersebut.

Namun Departemen Pendidikan menegaskan tidak bisa memberikan komentar tentang hal yang dibahas dalam pertemuan itu.

Pertemuan ini menyusul seruan dari para pemimpin masyarakat Muslim di Derby, Inggris tengah, pada bulan Oktober agar semua anggota dewan gubernur sekolah itu mundur.

Akhir Oktober, Ketua Dewan Gubernur, Shazia Parveen, menyatakan mundur setelah badan inspektorat pendidikan Inggris, Ofsted, mengkritik dengan keras pengajaran di sekolah.

Ofsted menyimpulkan sekolah itu "tidak berfungsi" dan memasukkannya dalam kelompok tidak cukup untuk semua kategori.

Batas waktu

Departemen Pendidikan sudah mengeluarkan pernyataan kepada Yayasan Pendidikan Al-Madinah pada tanggal 8 Oktober dengan menetapkan 17 persyaratan yang harus dipenuhi atau menghadapi risiko penghentian dana.

"Batas waktu terakhir sudah lewat dan kami secara aktif mempertimbangkan tanggapan dari yayasan," seperti tertulis dalam pernyataan Departemen Pendidikan.

"Akan tidak tepat untuk merinci lebih lanjut pada tahap ini."

Dilaporkan pengelola sekolah sudah harus memberikan rencana tentang penyelenggaraan pendidikan di sana dan cara meningkatkannya dengan batas waktu 1 November.

Al-Madinah menjalani pemeriksaan Ofsted karena dugaan aturan Islam keras, antara lain dilaporkan menerapkan pemisahan siswa laki-laki dan perempuan.