Anggota Pussy Riot dipenjara di Siberia

  • 15 November 2013
Nadezhda Tolokkonikova Pussy Riot
Tolokkonikova berada di rumah sakit penjara di Siberia

Suami anggota band Pussy Riot yang dipenjara Nadezhda Tolokonnikova mengatakan kepada BBC bahwa ia sudah berbicara dengan istrinya yang sempat menghilang selama 26 hari.

Pyotr Verzilov mengatakan istrinya berada di rumah sakit penjara di Siberia barat.

Nadezhda disebutkan menjalani tes untuk "beberapa kondisi" di Rumah Sakit Tuberculosis No 1 di Krasnoyarsk.

Tapi ia menambahkan bahwa istrinya tidak mengidap TBC.

Verzilov mengatakan istrinya mengatakan bahwa kondisi di rumah sakit lebih baik dari koloni penjara di Mordovia, tempat ia dulu ditahan, dan ia tidak dipukuli sejak ia "menghilang."

Otoritas penjara Rusia mengeluarkan pernyataan mengkonfirmasi bahwa "terpidana Tolokonnikova tiba di institusi pelayanan penjara Rusia di kawasan Krasnoyarsk."

Seorang juru bicara mengatakan lokasi pastinya telah dikirim ke pengacaranya, yang mendapat instruksi agar tidak menyebarkan informasi itu ke siapa pun.

"Keonaran"

Pussy Riot
Pussy Riot menyanyikan lagu protes anti Vladimir Putin

Nadezhda Tolokkonikova dan dua anggota band lainnya dijatuhi hukuman dua tahun penjara tahun lalu, setelah melakukan protes anti Vladimir Putin di sebuah katedral Moskow.

Dalam sebuah lagu mereka meminta Bunda Maria agar "menyingkirkan Putin."

Mereka didakwa melakukan keonaran yang dimotivasi oleh kebencian agama.

Seorang anggota, Yekaterina Samutsevich, dibebaskan dalam pengadilan banding pada bulan Oktober.

Tapi setelah upaya bandingnya ditolak, Tolokonnikova melakukan aksi mogok makan.

Ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari petugas penjara di Mordovia, termasuk bekerja dalam waktu lama dan tidak diberikan air minum.

Ia dipindahkan ke unit medis dan keberadaannya tidak diketahui sejak Oktober.

Suaminya, yang sedang dalam perjalanan ke Krasnoyarsk ketika berbicara dengan wartawan BBC Daniel Sandford mengatakan ia berharap dapat segera menemui istrinya.

Berita terkait