Starbucks bayar Rp32 triliun ke Kraft Foods

  • 13 November 2013
starbucks
Kraft Foods mulai menjual produk kopi Starbucks pada 1998 lalu.

Sebuah badan arbitrase independen di Amerika Serikat meminta Starbucks untuk membayar US$2,76 miliar (sekitar Rp32 triliun) sebagai ganti rugi kepada Kraft Foods dalam sengketa produk kopi.

Kraft mulai menjual kopi kemasan bermerek Starbucks pada 1998 dengan perjanjuan bahwa penjualan ini akan berlangsung hingga Maret 2014.

Namun, perusahaan kopi AS ini mengakhiri kontrak pada 2010 dan menuduh Kraft melanggar perjanjian kerja sama.

Kraft menantang tuduhan ini dengan mengatakan bahwa mereka membuat bisnis penjualan kopi bubuk Starbucks bernilai US$500 juta per tahun.

Pada Selasa (12/11) badan arbitrase menyimpulkan bahwa Starbucks harus membayar US$2,23 miliar sebagai ganti rugi dan US$527 juta untuk bunga dan biaya hukum.

Sebelumnya, Kraft Foods melakukan keluar (spin off) dari grup Mondelez International tahun lalu dan di bawah perjanjian antara dua perusahaan itu, pembayaran dari Kraft Foods atas kasus ini akan diberikan pada Mondelez.

"Kami senang bahwa arbiter menvalidasi posisi kami bahwa Starbucks melanggar hubungan kontrak kami yang sebelumnya sukses tanpa kompensasi yang layak," kata Mondelez.

Dalam sebuah pernyataan pihak Starbucks mengaku "sangat tidak setuju" dengan kesimpulan arbiter itu.

"Kami percaya Kraft tidak bertanggung jawab atas merek kami dalam perjanjian tersebut, kinerja bisnis yang buruk menjadi hasilnya, dan kita memiliki hak untuk menghentikan perjanjian tersebut tanpa membayar kepada Kraft," katanya.

Berita terkait