'Tak ditemukan racun' pada jenazah Neruda

  • 9 November 2013
Pablo Neruda
Keterangan resmi menyebutkan Neruda meninggal akibat kanker

Jejak racun tidak ditemukan dalam jenazah penyair peraih nobel asal Cile, Pablo Neruda, seperti dijelaskan oleh pakar forensik.

Hasil tersebut diumumkan setelah penyelidikan yang dilakukan selama enam bulan oleh 15 orang pakar dari Cile dan asing.

Penyair sayap kiri itu meninggal pada 1973, setelah kudeta militer yang membawa Jenderal Augusto Pinochet berkuasa di Cile.

Makam Neruda digali, dan jenazahnya diambil pada April lalu untuk diselidiki karena muncul dugaan dari supir dan asisten pribadinya yang menyebutkan penyair tersebut meninggal karena diracun.

Neruda, yang tewas dalam usia 69 tahun, merupakan sahabat Presiden Salvador Allende, yang digulingkan militer.

"Tidak ada jejak zat kimia yang ditemukan", kata Patricio Bustos, direktur Badan Forensik Cile pada Jumat (8/11).

Bustos mengkonfirmasi bahwa hasil penyelidikan terhadap jenazah Neruda tampaknya mendukung keterangan resmi yang menyebutkan dia meninggal akibat kanker.

Kecurigaan

Makam Neruda
Penggalian makan Neruda dilakukan pada April lalu karena dugaan dia diracun

Seperti dugaan sebelumnya hasil penyelidikan terhadap jenazah Neruda, tidak akan memuaskan semua pihak.

"Kasus Neruda tidak akan ditutup hari ini," kata kuasa hukum Partai Komunis Cile Eduardo Contreras.

"Hari ini kami akan meminta lebih banyak sampel. Mereka merujuk ke zat kimia tetapi tidak ada penelitian terhadap zat biologi. Sebuah tahapan yang sangat penting telah ditutup dan dilakukan dengan sangat serius tetapi ini belum selesai."

Supir Neruda dan asisten pribadinya Manuel Araya, telah menduga bahwa penyair itu diracun.

Araya mengatakan Neruda menelponnya dari rumah sakit, dan mengatakan dia merasa sakit setelah mendapatkan suntikan pada bagian perut.

Penyelidikan terhadap tuduhan Araya tersebut mulai dilakukan pemerintah Cile pada 2011 lalu.

Kecurigaan Araya didukung oleh Partai Komunis Cile, yang mengatakan Neruda tidak memiliki gejala yang berkaitan dengan kanker prostat yang disebutkan menjadi penyebab kematiannya.

Mereka mengatakan bahwa pemerintah militer khawatir Neruda akan melarikan diri ke Meksiko dan melakukan kampanye melawan rezim Pinochet.

Berita terkait