Bieber didakwa atas graffiti ilegal

  • 7 November 2013
Bieber
Tahun ini sudah berkali-kali Justin Bieber terlibat sejumlah insiden yang kontroversial.

Kepolisian Brazil mendakwa Justin Bieber dengan tuduhan menyemprotkan cat untuk membuat graffiti ilegal di Rio de Janeiro.

Dakwaan ini keluar setelah sejumlah fotonya muncul di media lokal, memperlihatkan penyanyi asal Kanada itu melukis sebuah dinding pada bekas bangunan Hotel Nacional.

Foto-foto itu menunjukkan dia mengenakan topi merah dan celana tentara - dengan penjaga keamanan di satu sisi dan sebuah mobil polisi yang diparkir di sisi lain.

Atas dakwaaan ini, Justin Beiber kemungkinan bisa dikenai hukuman denda.

Mengotori bangunan adalah sebuah kejahatan di Brasil dan pelanggar dapat dihukum sampai satu tahun penjara atau denda.

Namun pejabat menggambarkan kasus yang melibatkan Justin Bieber sebagai "pelanggaran kecil". Tidak ada komentar segera dari tim manajemennya.

Dalam sebuah pernyataan, pasukan polisi sipil Brasil mengatakan Justin Bieber telah didakwa dengan "mengotori bangunan atau monumen perkotaan dengan graffiti atau cara lain".

"Menghindari penggemar"

Dilaporkan bahwa sebetulnya Bieber memiliki izin dari pemerintah kota untuk melukis graffiti pada sebuah gedung olahraga, namun sejumlah anggota tim Beiber mengatakan penyanyi berusia 19 tahun ini memilih lokasi lain untuk menghindari penggemar.

Polisi berpendapat izin itu hanya diberikan pada lokasi tertentu dan tidak berlaku di tempat-tempat lain.

Kasus ini menjadi penutup perjalanannya di Brazil, di mana dalam perjalanan ini dia juga dituduh telah memaki fotografer, berpesta di klub malam kumuh, dan ditendang keluar dari hotel paling bergengsi di Rio.

Menurut jaringan televisi Globo, Bieber terbang ke Brazil pada Rabu (04/11) kemarin dengan pesawat jet pribadi.

Ini bukanlah pertama kali Justin Bieber terlibat kontroversi tahun ini. Pada Maret, dia meminta maaf kepada penggemar karena telat memulai konser di London.

Pada April, pesan yang ditulisnya di buku tamu Anne Frank Museum di Amsterdam menimbulkan kemarahan publik. Kala itu Beiber menulis dia berharap bahwa korban Holocaust adalah "belieber", sebutan untuk para penggemarnya.

Pada Juli, Justin Bieber juga dikecam oleh para penggemar hoki es karena menyentuh piala terbesar kejuaraan hoki es Amerika Utara, NHL, Piala Stanley.