Larangan ojek di Liberia timbulkan kekacauan

  • 6 November 2013
monrovia, liberia
Banyak tukang ojek di Monrovia adalah bekas pejuang selama perang saudara.

Larangan ojek yang diterapkan di ibukota Liberia, Monrovia, memicu kemarahan penduduk dan menyebabkan kekacauan transportasi.

Polisi mendirikan rintangan jalan dan mengerahkan personil tambahan untuk menjamin tidak ada ojek yang masuk pusat kota.

Akibat larangan ini, ratusan orang banyak yang tidak bisa bekerja, kata wartawan BBC di Monrovia.

Sebagian di antaranya ada yang harus berjalan berjam-jam menuju tempat kerja.

Pemerintah Liberia mengatakan mereka melarang ojek karena banyak korban meninggal akibat kecelakaan.

Ribuan ojek beroperasi di Monrovia, sebagian di antaranya mengangkut lima orang.

Banyak tukang ojek adalah bekas pejuang yang terlibat dalam perang saudara 14 tahun di Liberia yang berakhir tahun 2003.

Juru bicara polisi Monrovia Sam Collins mengatakan mereka tidak ingin menekan jumlah korban akibat kecelakaan ojek ini.

Daniel Howard, juru bicara perkumpulan tukang ojek, mengatakan larangan itu menyebabkan mereka kesulitan mencari nafkah.

Pernyataan polisi menyebutkan tukang ojek yang tertangkap di jalan utama akan didenda US$200 dan motornya disita.