Dokumen junta militer Argentina ditemukan

  • 5 November 2013
Junta militer
Organisasi HAM menyebutkan 30 ribu orang tewas selama tujuh tahun kekuasaan junta militer.

Sekitar 1.500 dokumen rahasia, pada masa kekuasaan militer di Argentina, ditemukan di Buenos Aires.

Dokumen tersebut ditemukan di salah satu bagian kantor pusat Angkatan Udara, yang selama ini diisolasi.

Salah satu yang ditemukan dalam tumpukan dokumen tersebut adalah seluruh transkrip rapat yang digelar junta militer, yang berkuasa pada 1976 sampai 1983, seperti disampaikan oleh Menteri Pertahanan Agustin Rossi.

Dokumen-dokumen tersebut juga mencantumkan nama-nama artis dan intelektual yang masuk daftar hitam penguasa militer.

Penyanyi lagu tradisional Mercedes Sosa, penulis Julio Cortazar, musisi tango Osvaldo Pugliese dan aktris Norma Aleandro masuk dalam daftar hitam atau sensor karena menentang pemerintah.

"Mereka diklasifikasi dari F1 ke F4 menurut tingkat ancaman mereka terhadap (masyarakat)," kata Rossi.

Belum diketahui secara pasti apakah dokumen-dokumen itu akan membuka ribuan kasus-kasus hukum penentang pemerintah yang tewas atau hilang selama pemerintahan militer, kata wartawan BBC Ignacio de los Reyes di Buenos Aires.

'Urutan kronologis'

Jorge Videla
Mantan pemimpin junta militer Argentina Jorge Videla tewas dalam penjara Mei lalu.

Dalam dokumen yang berjumlah 1.500 itu ditemukan 280 dokumen catatan rapat resmi pejabat junta militer.

"Untuk pertama kalinya kami dapat mengakses dokumen yang mencakup seluruh periode kekuasaan militer," Rossi.

"Dan material tersebut disusun dalam urutan kronologis dan juga diklasifikasikan dengan subyek."

Penemuan dokumen penting tersebut diumumkan melalui konferensi media di Buenos Aires. Tidak disebutkan dokumen mengenai Perang Falklands yang terjadi di akhir masa kekuasaan militer.

Pemerintah Argentina mengatakan dokumen tersebut akan dipublikasikan secepatnya.

Junta mengambil alih kekuasaan melalui sebuah kudeta militer pada 24 Maret 1976, yang memecat Presiden Isabel Peron.

Jenderal Jorge Rafael Videla menjadi presiden junta dan mengalihkan kekuasaan pada Jenderal Roberto Viola pada 1981.

Dua orang petinggi junta merupakan anggota Angkatan Udara Jenderal Orlando Ramon Agosti dan Laksamana Emilio Massera.

Jenderal Videla meninggal di penjara pada Mei, ketika menjalani hukuman seumur hidup setelah divonis bersalah dalam kasus kejahatan melawan kemanusiaan.

Organisasi HAM mengatakan sekitar 30.000 orang tewas selama tujuh tahun kekuasaan militer di Argentina.

Berita terkait