"Perintah melapor" cegah kekerasan anak

  • 4 November 2013
Kekerasan anak
Perintah melaporkan kekerasan pada anak berlaku di AS, Kanada dan Australia

Mantan direktur penuntutan Inggris mengatakan untuk mencegah kekerasan pada anak harus ada "perintah melapor" untuk individu tertentu.

Keir Starmer mengatakan harus ada "perintah melapor" diantara "kategori individual tertentu". Dia menambahkan tidak melaporkan dugaan kekerasan pada anak-anak dapat digolongkan sebagai tindak kriminal.

Data-data rahasia yang ditemukan program BBC Panorama menunjukkan bagaimana sekolah dan rumah sakit berulangkali gagal untuk melindungi anak-anak dari para panjahat seks.

Pemerintah mengatakan perintah melapor itu tidak ditanggapi.

Saat ini belum ada sanksi hukum di Inggris jika tak melaporkan dugaan kekerasan seksual pada anak.

Tetapi di negara lain seperti AS, Kanada dan Australia, para profesional dapat didakwa dengan pidana kejahatan.

Sejak kasus kekerasan seksual yang melibatkan penyiar TV Jimmy Savile, Panorama melakukan investigasi secara rahasia mengenai catatan sejarah dan mencari tahu apa yang diketahui pejabat pemerintah mengenai kekerasan pada anak di rumah dan sekolah asrama.

Data rahasia pemerintah 60 tahun lalu menunjukan bagaimana pejabat publik mewaspadai pengelola sekolah yang diduga secara rutin melakukan kekerasan pada anak tetapi perangkat hukum yang ada waktu itu tidak memadai.

Tidak ada bukti

Penelitian yang dilakukan oleh Panorama mengungkapkan tujuh pelaku kekerasan pada anak bekerja di sekolah antara 1950an dan 1980an.

Starmer, yang menjabat direktur penuntutan publik Inggris hingga pekan lalu, mengatakan ini saatnya untuk mengubah aturan tersebut.

"Saya pikir harus ada perintah melapor. Pandangan pribadi saya bahwa harus ada kategori orang tertentu yang melaporkan jika mereka menduga ada tersangka," kata dia.

"Dibutuhkan sanksi hukum.... itu yang jadi perhatian masyarakat. Dibutuhkan juga perlindungan bagi individu yang menyampaikan laporan ini."

Untuk pertama kalinya, Gereja Katolik dan Gereja Inggris juga memberikan dukungan terhadap perintah melapor tersebut.

Uskup Paul Butler, dari Gereja Inggris mengatakan: "Kita harus memikirkan kepentingan anak-anak di urutan teratas, bukan kepentingan diri sendiri, bukan institusi, apa yang terbaik untuk anak."

Tetapi pemerintah belum ada rencana untuk mengubah hukum tersebut.

Sebaliknya Departemen pendidikan Inggris mengatakan:"Perintah melapor bukan merupakan jawaban. Pengelola sekolah harus segera memberitahukan kepada layanan sosial ketika mereka mengkhawatirkan nasib seorang anak. Ini yang terjasi selama bertahun-tahun pada ribuan kasus dan jumlah laporan meningkat selama beberapa tahun terakhir.

"Negara lain telah mencoba hukum perintah melapor dan tidak ada bukti yang menunjukannya (berdampak) lebih baik dibandingkan sistem lain untuk melindungi anak-anak."