Kebakaran di Brasil pengaruhi harga gula

  • 19 Oktober 2013
kebakaran pelabuhan santos
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hingga enam jam untuk mengendalikan api.

Kebakaran besar terjadi di pelabuhan laut Santos, Brasil dan merusak 180.000 ton gula kasar yang berada di gudang penyimpanan pelabuhan tersebut.

Kebakaran dilaporkan juga menyebabkan kenaikan harga gula internasional ke level tertinggi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Otoritas pelabuhan laut Santos mengatakan mereka membutuhkan waktu enam jam sebelum akhirnya berhasil mengendalikan api.

Ledakan yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran menurut mereka masih terus diselidiki.

Brasil selama ini dikenal sebagai negara utama eksportir gula dunia dan menguasai hampir setengah penjualan gula di pasar internasional.

Laporan mengatakan terminal pengiriman yang terbakar adalah milik perusahaan besar Brasil, Copersucar.

Sementara empat terminal lain di pelabuhan itu masih bisa berfungsi dengan baik.

Pelabuhan utama

Seorang analis mengatakan meski terjadi kebakaran pada salah satu pelabuhan ekspornya, Brasil masih memiliki pelabuahan lain dengan kapasitas yang hampir sama untuk melakukan pengiriman seperti biasa.

"Pasar Internasional bereaksi karena mereka tahu akan terjadi penurunan pasokan sementara. Namun pelabuhan lain pastinya akan mengisi kekosongan akibat kejadian kebakaran ini," kata analis pasar gula internasional, Plinio Nastari kepada harian Folha de Sao Paulo.

Harga gula di pasar komoditas New York dilaporkan sempat naik hingga enam persen saat kabar kebakaran di pelabuhan Santos muncul namun belakangan harganya kembali turun.

Otoritas pelabuhan mengatakan kebakaran yang berlangsung selama enam jam itu merupakan kebakaran terbesar yang pernah terjadi di pelabuhan laut Santos.

Dalam delapan bulan pertama di tahun ini, sudah ada ada sekitar 12,8 juta ton gula yang telah diekspor dari pelabuhan ini.

Di masa lalu pada abad ke-19 dan 20, pelabuhan ini pernah menjadi tempat pengiriman kopi Brasil ke luar negeri.

Pelabuhan Santos juga menjadi pintu masuk utama jutaan imigran Eropa yang masuk ke Brasil pada tahun 1950.

Berita terkait