Pameran seni kontemporer di hotel berbintang

  • 7 Oktober 2013
Lukisan
Salah satu lukisan dipajang di dekat toilet dalam kamar mandi hotel.

Ribuan orang menghadiri Pameran Seni Kontemporer Asia di Hong Kong yang berlangsung di hotel berbintang lima, JW Marriott, dan bukan di galeri seni.

Pameran dua kali setahun ini merupakan landasan bagi para seniman muda Asia untuk masuk ke pasar seni global.

Pemilihan hotel berbintang lima sebagai lokasi pameran, yang dianggap tidak biasa, merupakan upaya dari penyelenggara untuk mengurangi biaya karena sewa ruangan yang amat mahal di kota tersebut.

Bagaimanapun direktur penyelenggara, Mark Saunderson, menjelaskan bahwa penyelenggaraan di hotel itu juga menjadi karakter pameran.

"Menjadi semacam perjalanan penemuan dari ruang ke ruang," jelasnya kepada kantor berita AFP.

"Semangat dari pertunjukan yang kami lakukan adalah untuk menawarkan kesempatan bagi karya (seni) untuk datang ke Hong Kong, yang kalau tidak maka mungkin tidak akan bisa terlihat."

Lukisan
Para penikmat seni berkunjung dari satu kamar ke kamar lainnya.

Saunderson menambahkan bahwa galeri-galeri seni di Hong Kong membayar tarif sewa ruang yang mahal sehingga mereka cenderung memilih seniman-seniman terkenal, yang menghambat kemungkinan tampilnya seniman muda berbakat.

Pasar meningkat

Dengan pameran yang berlangsung di hotel, para penikmat seni dan kolektor berkunjung dari satu kamar ke kamar lainnya untuk menyaksikan lebih dari 70 karya seni dalam bentuk lukisan, patung, seni instalasi, maupun foto dari para seniman Asia.

Termasuk yang dipamerkan adalah karya-karya seniman Asia Tenggara, antara lain Vietnam, Indonesia, Malaysia, maupun Myanmar.

Beberapa karya mencerminkan gaya yang relatif masih jarang ditemukan dalam dunia seni Asia selama ini, seperti sebuah tempat tidur besar yang digantung di depan TV maupun pajangan kaus oblong dengan buah apel serta jeruk

Harga karya yang dipajang dalam pameran berkisar HK$30.000 atau sekitar Rp44 juta hingga HK$200.000 atau Rp 290 juta lebih.

Dalam pameran seri pertama seni kontemporer Asia pada bulan Mei, transaksi perdagangannya mencapai sekitar HK$18 juta.

Meningkatnya pasar seni di Hong Kong antara lain didorong oleh semakin banyaknya kolekkor seni yang berkantong tebal dari Cina daratan.