BBC navigation

Twitter ingin keruk $1miliar dari IPO

Terbaru  4 Oktober 2013 - 08:48 WIB
IPO Twitter

Twitter mengumumkan rencana IPO itu di, dimana lagi kalau bukan di Twitter?

Perusahaan jejaring sosial Twitter mengatakan berencana meraup dana $1 miliar (Rp 11 triliun) melalui penawaran saham perdana (IPO).

Dalam dokumen yang didaftarkan ke regulator AS itu, Twitter menyatakan mereka memiliki 218 juta pengguna bulanan dan 500 juta tweet dikirim per hari.

Berdasarkan dokumen tersebut, Twitter juga diketahui merugi $69 juta dalam enam bulan pertama 2013 dan meraih pendapatan $254 juta.

Perusahaan itu berencana menggunakan Klik simbol saham TWTR.

Ini adalah pertama kalinya situasi keuangan Twitter diketahui oleh publik.

Meski pun Twitter belum pernah mencetak keuntungan, pendapatan mereka naik dari $28 juta pada 2010 menjadi $317 juta di akhir 2012.

Sekitar 85% pemasukan Twitter tahun lalu berasal dari penjualan iklan, sisanya dari lisensi data.

Mereka tidak mengatakan bursa saham mana yang akan dipilih, apakah Nasdaq atau New York Stock Exchange.

Debut Twitter ini akan menjadi penawaran saham perdana terbesar di Silicon Valley sejak Facebook pada 2012.

Menanggapi kabar tersebut, Peter Esho dari Invast Financial Services, yang berbasis di Sydney, Twitter harus fokus mengembangkan basis penggunanya.

"Saya pikir keberhasilan Twitter adalah menjadikan layanan mereka mudah digunakan, tidak membutuhkan banyak bandwidth bagi pengguna di tempat-tempat dengan penetrasi broadband rendah," kata Esho.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.