Larangan komisi, paket tur di Cina naik

  • 2 Oktober 2013
Turis Cina
Biaya tur ke Hong Kong dan Taiwan dari Cina mengalami kenaikan besar.

Peraturan di Cina yang melarang biro perjalanan membawa wisatawan dalam program belanja wajib menyebabkan kenaikan harga dan penurunan jumlah turis.

Perusahaan perjalanan Cina sebelumnya bisa mematok harga rendah karena mewajibkan wisatawan untuk berbelanja sehingga biro perjalanan mendapat komisi dari para pemilik toko.

Namun mulai 1 Oktober tahun ini, pemerintah Cina memberlakukan peraturan baru terkait pariwisata, termasuk larangan mengharuskan turis berbelanja di toko-toko yang memberikan komisi bagi biro perjalanan.

Peraturan menyebutkan "biro perjalanan tidak boleh menyelenggarakan tur dan menarik wisatawan dengan cara menawarkan harga sangat murah".

Biro perjalanan dan pemandu wisata dilarang mengharuskan wisatawan berbelanja di toko-toko tertentu, atau mengadakan kegiatan yang mengharuskan turis membayar lagi di luar biaya yang telah dikenakan.

Musim libur

Akibat larangan ini biaya operasional biro pariwisata meningkat khususnya untuk menggaji pemandu wisata yang sebelumnya menerima komisi karena membawa turis ke toko-toko tertentu.

Biro perjalanan sekarang membebankan kenaikan biaya operasional tersebut kepada konsumen dengan menaikkan harga wisata.

Wisata lima hari ke Korea Selatan sebelumnya dilaporkan dijual dengan harga 4.000 yuan atau sekitar Rp7,5 juta, tetapi sekarang naik menjadi 7.000 yuan.

Hong Kong dan Thailand tercatat sebagai sebagian tujuan wisata yang mengalami kenaikan harga paket.

Kenaikan harga ini tentu berdampak pada penjualan. Penjualan tur-tur ke luar negeri turun tajam bahkan di musim liburan di Cina seperti sekarang.

Berita terkait