Danone hadapi tuduhan suap baru

  • 26 September 2013
Dumex
Merek makanan dan susu bayi produk asing menguasai pasar Cina.

Sebuah unit usaha milik grup perusahaan makanan asal Prancis, Danone telah memulai sebuah penyelidikan terkait klaim terjadinya penyuapan di Cina.

Laporan harian Cina, 21st Century Business Herald menuding Nutricia yang merupakan perusahaan pembua susu formula, Karicare telah menyuap sejumlah dokter untuk meningkatkan penjualan.

Laporan yang mengutip keterangan dari seseorang dengan identitas dirahasiakan itu mengklaim bahwa Nutricia telah memberikan sejumlah hadiah dan tiket perjalanan kepada 100 dokter pada 14 rumah sakit di Beijing.

Tuduhan ini merupakan tuduhan kedua yang diarahkan kepada unit perusahan Danone dalam beberapa pekan terakhir.

"Saat ini kami masih belum mengetahui detailnya," kata Juru Bicara Nutricia di Cina, Zhao Qinhua seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.

"Kami perlu menunggu dan melihat apa hasil investigasi sebelum kami membuat rencana kami."

Kuasai pasar

Sebelumnya pada awal bulan ini, laporan China Central Television, CCTV menuduh Dumex, sebuah merek makanan yang juga dikuasai Danone, telah menyuap sejumlah dokter untuk meningkatkan penjualan.

Dalam laporannya mereka mengatakan perusahaan itu memberikan 'dana sponsor' atau bayaran hingga US$1.632 atau Rp18,7 juta.

Dumex mengatakan mereka 'kaget' dengan tuduhan tersebut dan tengah menyelidikinya.

Tahun ini perusahaan makanan asal Prancis tersebut juga menghadapi sejumlah masalah di Cina.

Perusahaan itu terpaksa memangkas harga susu formula bayi produksinya hingga 20% setelah lembaga pengawas di Cina mengeluarkan rencana untuk mengenakan denda karena dituduh telah melakukan permainan dalam penetapan harga.

Permintaan produk susu bermerek asing meningkat di Cina setelah skandal susu tercemar mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat kepada perusahaan lokal.

Menurut beberapa perkiraan, merek asing sekarang menguasai sekitar setengah dari seluruh penjualan susu bayi di Cina.

Meski demikian sejumlah perusahaan saat ini menjadi target penyelidikan terkait adanya korupsi yang terjadi di sektor kesehatan negara itu.

Berita terkait