Tingkat penutupan toko di Inggris turun

  • 24 September 2013
Toko
Rata-rata toko yang tutup dalam enam bulan pertama 2013 mencapai 18 unit.

Tingkat penutupan toko-toko di jalanan Inggris menurun yang menjadi petunjuk dari perubahan dalam masyarakat dan kebiasaannya.

Toko-toko yang berada di kawasan pusat kota tutup 18 unit dalam sehari selama paruh pertama tahun ini atau menurun dari 20 toko pada periode sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan konsultasi PriceWaterhouseCoopers dan Local Data Company menunjukkan jumlah total yang tutup sejauh ini mencapai 209, dibanding 953 toko tahun lalu.

Yang paling banyak tutup di Inggris adalah toko video dan fotografi sementara toko alat bantu pendengaran dan milik yayasan sosial membuka cabang-cabang yang paling banyak.

Temuan dari penelitian atas 500 toko memperlihatkan adanya pembukaan baru 97 toko yayasan sosial, 62 toko pencair cek, 53 rumah taruhan dan 52 toko kelontong.

Dan penurunan tingkat penutupan toko itu terjadi di tengah-tengah meningkatnya tekanan dari internet dan jaringan toko eceran besar.

Perubahan kebiasaan

Direktur Local Data Company, Matthew Hopkins, mengatakan bahwa penurunan laju penutupan toko bisa dilihat sebagai "berita baik".

"Hal itu berarti, pengamatan yang lebih seksama dari data memperlihatkan penurunan yang signifikan dari toko-toko tradisional sementara (toko) makanan, minuman, dan hiburan mengambil tempat."

Sementara Mike Jervis dari PriceWaterhouseCoopers menjelaskan tingginya penutupan toko video dan fotografi disebabkan bangkrutnya jaringan toko fotografi Jessops dan video Blockbusters di Inggris.

"Perubahan dalam jaringan toko eceran merupakan indikasi dari perubahan dalam masyarakat dan kebiasaannya."

"Yang meningkat seperti pencairan cek dan rumah gadai mencerminkan masyarakat yang memiliki sejumlah penduduknya harus berpaling kepada bentuk-bentuk pinjaman untuk kebutuhan mendasar," tambah Jervis.

Bulan Juni lalu, Menteri Keurangan Inggris, George Osborne, menyatakan perekonomian Inggris mulai meninggalkan 'ruang rawat intensif' dalam pidato menjelang catatan anggaran belanja Inggris.