Museum sains pamerkan karya seni dan foto

  • 21 September 2013
Fotografer Inggris, Martin Parr bertemu pengunjung museum, menjelaskan karya-karya fotografer legendaris Tony Ray-Jones.

Museum Sains di London telah meluncurkan pameran seni dan fotografi untuk memamerkan koleksi penting yang selama ini terlupakan.

Proyek senilai £4,5 juta ini merupakan kerja sama antara Museum Sains dan Museum nasional Media di Bradford, Inggris.

"Kami telah melakukan pekerjaan menakjubkan yaitu melakukan pengarsipan terhadap koleksi kami. Tapi kami sekarang mestinya malu, karena membiarkan koleksi ini tersimpan dan seolah-olah menelantarkannya," kata Direktur Museum Sains, Ian Blatchford.

Dengan menggunakan judul The Media Space, koleksi penting berupa karya seni dan forografi itu akan dipamerkan mulai Sabtu, 21 September 2013.

Blatchford mengatakan, ada korelasi nyata antara seni dan ilmu pengetahuan, yang kemudian dia tekankan dalam pidatonya -saat pembukaan pameran ini- dengan menutip pernyataan perancang busana dan pebisnis terkenal Inggris, Vivienne Westwood.

Seni dan sains

"Ketika orang mengatakan ada kesamaan antara para ilmuwan dan seniman, dia (Vivienne Westwood) berkata 'pada dasarnya ada dua jenis manusia di dunia, yaitu seniman besar dan ilmuwan besar, yang sama-sama memiliki imajinasi hebat."

"Merekalah yang dapat melihat dunia secara berbeda.' Pernyataan inilah yang menjadi alasan kenapa kami memamerkan karya seni istimewa yang berharga di sini," kata Blatchford."

Peluncuran pameran berjudul The Media Space menampilkan dua koleksi berbeda: pertama, menampilkan karya fotografer Inggris yang melegenda, Tony Ray-Jones dan Martin Parr.

Kedua, pameran ini menampilkan seni instalasi digital dengan teknik terbaru yang melibatkan pengunjung pameran.

Pengunjung pameran dapat menikmati karya-karya fotografer terkenal Inggris, Tony Ray-Jones, yang mengabadikan kehidupan unik warga Inggris, sebelumnya kematiannya di usia 30 tahun pada 1972.

Karya-karya awal fotografer Martin Parr -juru potret Magnum- pada tahun 70-an juga dipamerkan. Parr sendiri mengaku dirinya terinspirasi oleh karya-karya Ray-Jones.

Berita terkait