BBC navigation

Rumah sakit Cina mencari darah perawan

Terbaru  19 September 2013 - 13:26 WIB
cina

Permintaan darah perawan dinilai pelecehan terhadap perempuan

Sebuah rumah sakit di Cina mengiklankan permintaan akan darah dari gadis perawan yang sehat untuk digunakan dalam penelitian medis.

Tindakan itu mendapat cercaan dari masyarakat karena dinilai sebagai penghinaan terhadap perempuan, seperti dilaporkan harian pemerintah China Daily.

Rumah Sakit Kanker Universitas Peking mengatakan mereka membutuhkan darah 100 gadis perawan berusia 18 hingga 24 tahun untuk penelitian virus kelamin (HPV), yang biasanya ditularkan melalui kontak seksual, demikian laporan koran tersebut.

"Mengumpulkan sampel darah perawan, ini sesuai dengan praktek internasional yang merupakan zat pengontrol negatif dalam riset HPV, karena risiko penularan HPV sangat rendah di kalangan perempuan yang tidak pernah berhubungan seks."

Sejumlah pengguna internet mengkritik permintaan itu sebagai tindakan yang mendukung pemujaan terhadap keperawanan dan melecehkan perempuan.

"Perjaka tidak dibutuhkan, hanya perawan, apakah ini ilmu pengetahuan?" tulis seorang pengguna Sina Weibo, sebuah situs mikroblog mirip Twitter di Cina dan merupakan forum untuk mengekspresikan pendapat masyarakat.

Rumah sakit tersebut mengatakan Klik darah perawan cenderung lebih 'bersih' dan tidak tertular HPV.

"Mengumpulkan sampel darah perawan, ini sesuai dengan praktek internasional yang merupakan zat pengontrol negatif dalam riset HPV, karena risiko penularan HPV sangat rendah di kalangan perempuan yang tidak pernah berhubungan seks," kata juru bicara rumah sakit Guan Jiuping.

Syarat pernikahan

Pejabat rumah sakit mempercayai keterangan dari donor darah bahwa mereka memang masih perawan dan tidak melakukan tes apa pun untuk menguji kebenaran keterangan itu.

Sementara itu, sejumlah pengguna internet membela rumah sakit tersebut seperti seseorang yang mengatakan di Sina Weibo, "orang yang mengecam praktek itu tidak paham. Belajar sains dan berpikir rasional dulu, sebelum anda mengkritik orang lain."

Keperawanan perempuan secara tradisional dipandang sebagai syarat pernikahan di Cina dan hingga saat ini masih banyak lelaki di Cina yang menginginkan istri mereka perawan.

Semakin pentingnya nilai keperawanan di tengah semakin longgarnya sikap menyangkut hubungan seksual di luar pernikahan menyebabkan suburnya pasar untuk selaput dara palsu dan operasi untuk mengembalikan "keperawanan."

Tetapi banyak pihak di Cina yang mengatakan besarnya tekanan terhadap kaum perempuan untuk tetap perawan adalah sebuah pelecehan dan standar ganda.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.