Jepang tutup reaktor nuklir terakhirnya

  • 15 September 2013
reaktor_nuklir_ohi_jepang
Warga Jepang mengingkan adanya perbaikan sistem keamanan pada seluruh reaktor nuklir.

Pemerintah Jepang menghentikan operasi reaktor nuklir terakhir mereka yang masih beroperasi.

Mereka juga belum memiliki rencana kapan akan kembali menghidupkan reaktor tersebut.

Reaktor 4 di Ohi, Jepang bagian barat ini akan berhenti mengalirkan listrik pada Senin (16/09) dinihari.

Seorang pengamat mengatakan Jepang akan berhenti menggunakan nuklir hingga bulan Desember. Ini merupakan penghentian reaktor terlama sejak tahun 1960.

Warga di Jepang memang mulai menentang penggunaan tenaga nuklir setelah peristiwa kebocoran di Fukushima pada tahun 2011 lalu.

Sebelum reaktor bocor karena gempa dan tsunami, pembangkit listrik Fukushima mampu memasok 30% kebutuhan listrik Jepang.

Pemerintah Jepang saat ini memang berada dalam tekanan untuk memperketat standar keamanan sejumlah reaktor untuk meredakan kekhawatiran publik.

Sebabkan defisit perdagangan

Pengamat mengatakan pemerintah membutuhkan waktu enam bulan untuk memastikan beresnya kondisi keamanan dan persoalan hukum untuk mengoperasikan kembali pembangkit listrik nuklir di Jepang.

Sejauh ini perusahaan listrik di negara itu telah mengajukan permohonan untuk mengaktifkan kembali belasan reaktor dari total 50 reaktor yang ada di negara itu.

Perdana Menteri, Shinzo Abe menginginkan reaktor nuklir di negara itu kembali beroperasi karena memiliki peran penting dalam upayanya untuk kembali menggerakan ekonomi negara Jepang.

Sejak bencana di Fukushima, Jepang terpaksa harus mengimpor batubara, gas cair dan bahan bakar lain dalam jumlah besar untuk menggerakan pembangkit listrik mereka.

Pemerintahan Abe mengatakan akibat impor ini Jepang mengalami defisit perdagangan paling besar sejak tahun 2011 lalu.

Dalam catatan terakhir rata-rata tagihan listrik rumah tangga juga telah meningkat hingga 30% sejak peristiwa Fukushima.

Keinginan pemerintah untuk meraih dukungan publik dalam mengoperasikan reaktor nuklir juga tidak mudah karena publik melihat masih bermasalahnya pembangkit di Fukushima.

Berita terkait