Microsoft tawarkan US$200 untuk gaet pembeli

  • 15 September 2013
surface, microsoft
Penjualan tablet Surface Microsoft mengalami penurunan.

Microsoft meluncurkan penawaran yang cukup agresif bagi pengguna iPad di Amerika Serikat untuk beralih ke tablet Surface mereka.

Perusahaan ini menawarkan setidaknya voucher senilai US$200 atau Rp2,2 juta yang dapat dibelanjakan di toko online Microsoft, jika pengguna iPad menukar produk mereka dengan Surface RT dan Surface Pro.

Microsoft merupakan pemain tablet yang tertinggal jauh dibandingkan dengan Apple dari segi penjualan ataupun pangsa pasarnya.

Namun, seorang analis di AS meragukan jika orang-orang mau mengganti iPad mereka dengan produk Microsoft.

"Apakah akan ada banyak orang yang akan tertarik dengan penawaran ini? Jawabannya hanya satu kata, tidak," kata analis perangkat mobile Gartner, Van Baker.

"Ekosistem aplikasi Microsoft masih menjadi masalah dan penawaran ini tidak dapat memperbaiki masalah itu."

Lagipula, jumlah aplikasi di iPad jauh lebih banyak dibanding pada perangkat Microsoft, sehingga Apple masih diunggulkan, kata Baker.

Penjualan menurun

ipad
Penjualan iPad jauh lebih unggul dibanding Surface.

Microsoft memang sedang gencar melakukan kampanye pemasaran yang agresif untuk menggoda pengguna iPad beralih ke tablet berbasis Windows ini.

Pada Mei lalu, Microsoft meluncurkan situs iPad vs Windows yang membandingkan secara head to head dua tablet itu.

Microsoft terlihat mengalami kesulitan untuk menjual tablet Surface mereka karena penjualan tak sebaik yang diharapkan.

Pada kuartal pertama tahun ini, Apple memasarkan 19,5 juta iPad, jauh lebih besar ketimbang tablet Micrsoft sebesar 900.000.

Sementara pada kuartal kedua, produksinya turun menjadi hanya 300.000 saja.

Tablet Surface RT dijual seharga US$ 349, dan Surface Pro seharga US$ 799.

Di bisnis ponsel, Microsoft baru-baru ini telah setuju untuk membeli bisnis ponsel Nokia senilai 5,4 miliar euro atau sekitar Rp78 triliun. Pembelian ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing mereka dalam persaingan di pasar ponsel yang kian ketat.

Berita terkait