Juru masak terancam deportasi karena kegendutan

  • 10 September 2013
Albert Buitenhuis
Albert Buitenhuis harus menurunkan berat badan jika ingin tetap tinggal di Selandia Baru.

Albert Buitenhuis, seorang juru masak asal Afrika Selatan terancam dideportasi dari Selandia Baru karena dianggap terlalu gendut.

Buitenhuis kemudian mengajukan banding dan kemudian mendapatkan penangguhan selama 23 bulan.

Tetapi dia dilarang untuk memakai asuransi kesehatan yang dibiayai oleh publik, demikian penjelasan seorang pejabat pemerintahan.

Buitenhuis, yang memiliki berat badan 130kg, mengajukan banding dua bulan lalu setelah pengajuan perpanjangan visa kerjanya ditolak karena dianggap "tidak memenuhi standar kesehatan yang memadai."

Berat badannya bertambah 30kg sejak dia pindah ke kota Christchurch enam tahun lalu.

Wakil Menteri Imigrasi Selandia Baru Nikki Kaye mengatakan alasan utama perpanjangan visa Buitenhuis ditolak dikarenakan osteoarthritis atau pembengkekakan tulang sendi di bagian lututnya akibat kelebihan berat badan.

Namun kemudian pihak imigrasi mengabulkan banding Buitenhuis dan istrinya Marthie dengan catatan "harus memenuhi persyaratan kesehatan."

'Kebijakan yang masam'

Buitenhuis, yang menulis pengalamannya dalam sebuah blog berjudul The Too Fat Chef atau Juru Masak Yang Terlalu Gendut, kepada media lokal mengatakan keputusan pemerintah sebagai kebijakan yang "masam."

"Tentu, kami sangat senang dan lega kami bisa tetap tinggal. Tetapi pada waktu yang sama kami ingin mengembalikan waktu sehingga hal ini tidak bisa terjadi," katanya kepada Fairfax.

"Kami harus memulai lagi dari awal. Kami kehilangan ribuan dolar dalam kasus ini dan kami tidak tahu dimana kami akan tinggal karena rumah sudah kami jual. Saya senang ini telah berakhir tetapi saya masih khawatir dengan masa depan."

Buitenhuis, yang memiliki tinggi 1,7 meter mengatakan kini dia akan fokus pada penurunan berat badan dengan target mengurangi 25kg dalam beberapa bulan ke depan.

Selandia Baru merupakan salah satu negara dengan angka obesitas tertinggi di dunia, dengan hampir 30% warganya mengalami kelebihan berat badan.

Departemen imigrasi menyatakan, bahwa penting "semua migran menerima standar kesehatan yang ditetapkan untuk mengurangi layanan kesehatan Selandia Baru."

Berita terkait