CEO perusahaan global kebanyakan belajar di Harvard

  • 5 September 2013
harvard
Satu dari 20 CEO bersekolah di Harvard.

Sebuah survei tentang latar belakang pendidikan bos-bos perusahaan global menunjukan bahwa kebanyakan dari mereka belajar di Universitas Harvard di Amerika Serikat.

Majalah Times Higher Education melakukan survei kepada kepala eksekutif (CEO) dari 500 perusahaan global paling top menurut majalah Fortune.

Ada empat universitas dari AS dalam daftar 10 besar, dengan tiga lainnya berasal dari Prancis, dua dari Jepang, dan satu dari Korea Selatan.

Sementara peringkat tertinggi yang diraih universitas Inggris adalah urutan 21, yang ditempati Oxford University.

Tabel yang disebut sebagai Alma Mater Index, menunjukan universitas mana yang dimasuki oleh bos-bos perusahaan terbesar di dunia.

Satu dari 20 orang CEO mendapat ijazah dari satu universitas, yaitu Harvard.

Ini termasuk Margaret C Whitman dari Hewlett-Packard, Jeffrey R Immelt dari General Electric dan Vittorio Colao dari Vodafone.

Banyak di Asia

Walau Harvard cukup mendominasi, CEO dari 10 perusahaan terbesar di dunia ternyata tidak bersekolah di Harvard.

Royal Dutch Shell dipimpin oleh lulusan Zurich University; Wal-Mart dipimpin oleh lulusan Georgia Tech dan Exxon Mobil memiliki bos yang lulus dari University of Texas.

Daftar 10 universitas yang menghasilkan para pemimpin bisnis ini tidak memasukan nama universitas yang biasanya ada pada daftar universitas terbaik.

Oxford dan Cambridge absen dari daftar, namun University of Pennsylvania di AS dan Keio University di Jepang masuk daftar, termasuk tiga universitas Prancis, seperti Ecole Polytechnique.

Secara keseluruhan -pada daftar 100 terbesar- universitas di AS memang mendominasi, disusul universitas dari Cina, Jepang, Prancis, dan Jerman.

Ini juga menunjukan ada lebih banyak CEO yang belajar di universitas di Asia dibandingkan di Eropa.

Dalam konteks yang berbeda, hasil survei Peringkat Universitas QS yang diterbitkan di London, menunjukan peringkat perguruan tinggi di Indonesia tahun ini -secara keseluruhan- menurun sejak 2009.

Satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang masuk peringkat 100 teratas di Asia adalah Universitas Indonesia.