BBC navigation

Seorang ulama di India larang tonton kartun

Terbaru  30 Agustus 2013 - 11:02 WIB
kartun

Meski komedi, tetapi kartun menurut ulama ini tetap melanggar ajaran Islam.

Seorang ulama di India mengeluarkan sebuah fatwa atau dekrit yang melarang warga menonton film kartun.

Fatwa ini dikeluarkan oleh pemimpin keagamaan di Sekolah Agama Darul Uloom, Deoband, India.

Dalam fatwanya disebutkan bahwa menonton film animasi, termasuk yang menayangkan karakter komedi, bertentangan dengan ajaran Islam, demikian laporan koran Bangalore, Deccan Herald.

Ulama Mufti Aris Quasmi dari Darul Uloom mengatakan: "Gambar kartun. Selain bukan untuk anak-anak. Semestinya tidak ditonton."

"Ada banyak interpretasi dalam ajaran Islam terkait penggambarkan obyek animasi, yang kebanyakan melarang dengan tegas semua gambar yang meniru ciptaan Allah."

Fatwa yang dikeluarkan Darul Uloom ini mendapatk kritik dari salah seorang anggota Dewan Hukum Personal India yang menyebut fatwa tersebut justru "membuat cemooh" bagi Islam.

"Saya rasa mufti yang mengeluarkan fatwa tersebut tidak mengetahui atau memahami seni kartun sama sekali," kata seorang Imam senior kepada koran Mumbai, DNA.

Ini bukan pertama kali sebuah fatwa menimbulkan kontroversi. Di masa lalu fatwa tentang perempuan yang menggunakan parfum mengandung alkohol, bertato, memakai jeans atau rambut bergaya barat dianggap melanggar hukum, juga menimbulkan perdebatan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.