Menanti penampilan Manchester United bersama Moyes

  • 16 Agustus 2013
David Moyes
David Moyes mengatakan Community Shield agar tidak dhitung sebagai piala pertamanya.

Bagi penggemar Liga Primer Inggris, mulai akhir pekan Sabtu 17 Agustus kembali bergema lagu pembuka Match of The Day, acara ulasan Liga Primer di BBC, yang amat populer.

Acra itu amat penting bagi yang berkantung tipis, seperti saya, yang tidak sanggup membeli tiket untuk nontong langsung di stadion.

Selain menayangkan ringkasan setiap pertandingan, ada pula perbincangan dengan moderator Gary Lineker bersama komentator Alan Shearer dan Alan Hansen.

Ketiganya adalah mantan bintang Timnas Inggris jadi ulasannya seru bukan asal cuap, dan kadang jenaka pula sambil saling sindir satu lain dengan ringan jika tak sependapat dan juga mencela terus terang para pemain yang 'loak' di lapangan.

Saya tak sabar menanti dentang lagunya, sama tak sabarnya menanti penampilan Manchester United di bawah manajer baru David Moyes.

Awal yang baik

Moyes jelas akan menjadi salah satu pusat perhatian di musim mendatang.

David Moyes
Moyes pernah membawa Everton lolos ke Piala Champions.

Walau tampil tak meyakinkan saat lawatan ke Asia -tapi jelas bukan ukuran- dia membuka catatannya dengan merebut Community Shield -pertandingan juara Liga Primer dan juara FA- setelah mengalahkan Wigan 2-0.

Community Shield memang bukan piala bergengsi, dan Moyes sendiri -sebelum dan setelah pertandingan melawan Wigan- menegaskan agar tidak dihitung sebagai piala pertamanya untuk United.

Bagaimanapun jelas melegakan baginya, juga bagi para pendukung United, dan manajemen yang menunjuk Moyes. Kalah dari Wigan -dari Championship atau satu liga di bawah- tentu menambah tekanan baru untuknya.

Padahal tekanan bagi Moyes jelas sudah cukup tinggi, dari segi pengharapan maupun di lapangan.

Dia sudah memprotes jadwal tanding Liga Primer yang menempatkan United menghadapi Chelsea, Liverpool, dan Manchester City dalam lima pertandingan awal.

Padalah United membukanya dengan pertandingan yang tidak mudah pula di hari pertama Sabtu 17 Agustus dengan melawan Swansea.

Jadi Moyes sudah menghadapi ujian langsung tanpa waktu pemanasan yang cukup.

Sukses di Everton

David Moyes
Di bawah Moyes, United langsung menghadapi tim kuat dalam lima pertandingan awal.

Dari catatannya, Moyes jelas manajer yang berhasil. Dia memimpin Everton tahun 2001 ketika klub tersebut berada di peringkat 15 dan membawanya antara peringkat lima hingga delapan, kecuali pada 2003-2004 yang melorot ke peringkat 17, nyaris terancam relegasi.

Namun di musim 2004-2005, dia mengantarkan Everton ke peringkat empat Liga Primer untuk lolos ke Piala Champions dan tersingkir setelah dikalahkan Villareal 4-2 untuk skor akhir.

Jelas bagi klub setingkat Everton, yang tidak diperkuat para pemain bintang kelas dunia, bermain-main di sekitar peringkat lima hingga delapan bisa diterima sebagai keberhasilan tapi bagi Manchester United, sasarannya adalah juara.

Ada beberapa hal baru di Liga Preimer musim ini, antara lain kembalinya si jago 'perang psikologis' Jose Mourinho dan kedatangan Manuel Pellegrini ke Manchester City.

Di lapangan, antara lain pemain tengah asal Brasil, Fernandinho, serta Jesus Navas asal Barcelona akan memperkuat Manchester City, yang bisa menjadi tambahan bagi Moyes yang tidak -atau belum- berhasil menggaet Cesc Fabregas.

Juga masih terbuka kemungkinan Paulinho bergabung ke Tottenham Hotspur.

Tapi bagi saya -dan jelas saya tidak sendirian- penampilan Manchester United di bawah David Moyes yang paling ditunggu, khususnya di lima pertandingan pertama.