BBC navigation

Mencari Mona Lisa, ilmuwan gali makam

Terbaru  10 Agustus 2013 - 11:48 WIB
Makam

Makam yang dibuka pertama kali ini masih menyisakan tulang belulang.

Ilmuwan di kota Florence, Italia, menggali sebuah makam untuk mengambil DNA yang mereka harapkan akan mengidentifikasi model lukisan Leonardo da Vinci, Mona Lisa.

Makam tersebut berisi anggota keluarga Lisa Gherardini, istri pedagang sutra, yang dipercaya sebagai sosok dalam lukisan Mona Lisa.

Diharapkan DNA-nya akan membantu untuk mengidentifikasi Gherardini dari tiga kerangka ditemukan tahun lalu di sebuah biara.

Para ahli selama berabad-abad dibuat penasaran oleh wanita ditampilkan dalam lukisan Mona Lisa.

Untuk menemukan DNA yang mereka butuhkan, para ilmuwan memotong lubang di lantai batu gereja yang berada di atas makam. Makam ini terletak di belakang altar Santissima Annunziata Basilica.

Mencocokan DNA

mona lisa

Lukisan Mona Lisa menjadi atraksi utama yang menyedot perhatian pengunjung di Museum Louvre, Paris.

Penulis dan peneliti Silvano Vinceti berencana untuk membandingkan DNA dari tulang itu dengan tiga wanita yang dikubur di biara terdekat, Saint Ursula.

Lisa Gherardini meninggal di tempat tersebut sebagai seorang biarawati pada 1542.

Diharapkan bahwa beberapa tulang tersebut memiliki setidaknya satu hubungan darah, mungkin anaknya, Piero.

"Ketika kami menemukan kecocokan antara ibu dan anak - maka kita akan menemukan sosok Mona Lisa," kata Vinceti Mr.

Dia menambahkan bahwa setelah DNA cocok, gambar wajah Gherardini dapat direkonstruksi dari tengkorak dan dibandingkan dengan lukisan.

Leonardo da Vinci butuh waktu sekitar 15 tahun untuk menyelesaikan apa yang telah menjadi salah satu lukisan paling terkenal sepanjang masa. Setelah kematian Leonardo, lukisan tersebut diambil oleh Raja Prancis.

Lukisan ini sekarang menjadi daya tarik terbesar di Museum Louvre di Paris.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.