BBC navigation

Mozaik Romawi dipamerkan di Bristol

Terbaru  3 Agustus 2013 - 12:21 WIB
mozaik

Kepingan lantai yang dihias, alias mozaik, peninggalan peradan Romawi.

Seni dekorasi lantai alias mozaik peninggalan peradaban Romawi di Inggris, yang ditemukan saat pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan London dengan kawasan Wales pada 1837, akan dipamerkan di Museum Bristol.

Mozaik, yang merupakan salah-satu dari sembilan jenis mozaik ala seni Romawi, ditemukan pada reruntuhan situs bangunan vila peninggalan peradaban Romawi di Newton St Loe, Inggris.

Kepingan mozaik ini menggambarkan sosok Orpheus, seorang musisi dan penyair mistis, yang dilingkari beberapa hewan liar

Peninggalan bersejarah ini akan ditampilkan di Museum dan Galeri Seni Bristol mulai Sabtu (03/08) hingga 12 Januari 2014 nanti.

Para ahli menyebutkan, kepingan lantai yang penuh hiasan ini dibuat pada antara sekitar 200 dan awal 300 Masehi.

Diyakini ini merupakan temuan mozaik Romawi tertua dibandingkan temuan mozaik lainnya sebelumnya di Inggris.

Seperti diketahui, sebagian wilayah Inggris pernah dikuasai oleh bangsa Romawi sekitar 43 hingga 410 Masehi.

Puzzle raksasa

"Kepingan mozaik yang berjumlah ribuan ini barangkali terlihat sebagai permainan puzzle terbesar di dunia."

Gail Boyle, karyawan senior yang menangani koleksi di Museum Bristol, mengatakan: "Kepingan mozaik yang berjumlah ribuan ini barangkali terlihat sebagai permainan puzzle terbesar di dunia."

Dia mengatakan, Isambard Kingdom Brunel, penanggungjawab pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan London dan wilayah Wales pada 1837, pernah berencana membangun museum untuk menyelamatkan ribuan kepingan mozaik bersejarah itu, namun tidak pernah terealisasi.

"Beruntung, dia mempekerjakan seorang insinyur yang mencatat dengan baik lokasi temuan mozaik tersebut," kata Boyle.

"Kemudian dia menggalinya, merawatnya dengan baik, serta membawanya ke Stasiun kereta api Keynsham, yang dibuka pada 1841," tambahnya.

Dalam perkembangannya, lanjut Boyle, kepingan ribuan mozaik itu diberikan kepada Bristol Institution, yang kelak menjadi Museum dan Galeri Seni Bristol.

Sayangnya, menurutnya, mozaik itu terpecah menjadi berkeping-keping, karena metode penggalian awalnya kurang baik. "Barangkali dia digali secara sembarangan dengan menggunakan linggis."

Menggunakan linggis

mozaik

Mozaik ini menggambarkan sosok Orpheus, seorang musisi dan penyair mistis Romawi.

Benda bersejarah itu juga ditempatkan secara sembarangan dalam kotak peti, yang menurut Boyle, karena kurator museum saat itu kurang tertarik pada bidang arkeologi.

Barulah pada 1992, para anggota Asosiasi untuk Studi dan Pelestarian Mozaik Romawi mulai melakukan pekerjaan telaten untuk mengidentifikasi kepingan-kepingan mozaik tersebut.

Proses identifikasi kepingan mozaik ini, yang merupakan proyek berskala besar, dikerjakan di depan museum itu serta dapat dilihat langsung oleh masyarakat antara Juli dan Desember 2000.

Rekonstruksi lebih lanjut atas seni dekorasi lantai alias mozaik peninggalan peradaban Romawi ini diharapkan dapat menyelamatkannya, sekaligus memudahkan masyarakat untuk mengapresiasi lebih lanjut serta melakukan penelitian terkait peradaban Romawi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.