BBC navigation

Deteksi Alzheimer lewat tes darah

Terbaru  29 Juli 2013 - 14:50 WIB
alzheimer

Alzheimer merupakan penyakit yang berkembang saat manusia bertambah tua.

Peneliti percaya mereka semakin dekat dengan pengembangan tes darah yang dapat mendiagnosa penyakit Alzheimer.

Saat ini, belum ada tes definitif untuk Alzheimer dan dokter bergantung pada tes kognisi dan scan otak.

Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Genome Biology menunjukkan perbedaan dalam fragmen kecil, dari material genetik yang mengambang dalam darah, dapat digunakan untuk mengidentifikasi pasien.

Tes ini akurat pada 93% dalam percobaan pada 202 orang.

Salah satu tujuan utama penelitian Alzheimer adalah untuk menemukan cara untuk mendeteksi penyakit lebih awal.

Penyakit ini dimulai tahunan sebelum gejala muncul dan diperkirakan bahwa pengobatan masa depan perlu diberikan sebelum sebagian besar otak rusak.

Ini akan membutuhkan cara baru dalam pengujian untuk kondisi tersebut.

Tim dari Saarland University, di Jerman, menganalisa 140 microRNA (fragmen kode genetis) pada pasien dengan penyakit Alzheimer dan orang sehat.

Harus divalidasi

Mereka menemukan 12 microRNAs dalam darah pada pasien Alzheimer memiliki tanda yang berbeda. Inilah menjadi landasan penelitian mereka.

Uji coba awal ini berhasil dan "mampu membedakan dengan akurasi diagnostik tinggi antara pasien penyakit Alzheimer dan orang sehat".

Namun, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk meningkatkan akurasi dan apakah memungkinkan untuk diterapkan di klinik.

Eric Karran, dari lembaga amal Riset Alzheimer Inggris mengatakan "Ini adalah sebuah pendekatan menarik untuk mempelajari perubahan dalam darah pada pasien Alzheimer dan menunjukkan bahwa microRNA bisa memainkan peran dalam penyakit ini.

"Sebuah tes darah untuk membantu mendeteksi Alzheimer bisa menjadi tambahan yang berguna bagi diagnostik dokter, tetapi tes tersebut harus juga divalidasi sebelum dipertimbangkan untuk digunakan," kata Eric.

"Kita perlu melihat temuan ini dikonfirmasi dalam sampel yang lebih besar dan kerja lebih lanjut diperlukan untuk membedakan Alzheimer dari kondisi neurologis lainnya," tambahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.