Anak Inggris kurang bahagia

  • 22 Juli 2013
Penampilan menjadi isu dalam tahap awal masa remaja.

Kebahagiaan anak-anak di Inggris menurun, dengan sebesar 15% para remaja muda dilaporkan berasal dari tingkat kesejahteraan yang rendah, kata sebuah laporan badan amal anak.

Badan amal yang bergerak untuk membantu anak-anak yaitu Good Childhood mengatakan kebahagiaan menurun drastis sejak 2008 setelah mengalami kemajuan di tahun 1994.

Anak-anak berusia 14 dan 15 tahun dikatakan menjadi kelompok umur dengan rasa kepuasan yang paling rendah terhadap diri sendiri.

Organisasi itu mengatakan penurunan kebahagiaan ini tidak seharusnya dianggap sebagai kemarahan remaja pada umumnya.

Sekitar 42.000 anak yang berumur delapan hingga 17 tahun diberikan pertanyaan untuk menguji tingkat kebahagiaan mereka.

Kelompok umur delapan hingga 15 tahun paling merasa khawatir mengenai sekolah, penampilan, uang/benda-benda dan masa depan, kata para peneliti.

Sementara di kelompok umur 15 hingga 17 tahun, kekhawatiran terbesar adalah hal-hal yang berkaitan dengan pilihan, keluarga dan penampilan.

Para peneliti menambahkan: "Penampilan tampaknya menjadi masalah khusus bagi anak-anak di tahun-tahun awal mereka remaja. Ada penurunan besar dalam kebahagiaan dengan penampilan antara usia delapan dan 12, yang berlanjut pada tingkat yang rendah untuk usia 13, 14 dan 15 tahun dan kemudian meningkat lagi pada 16 dan 17 tahun. "

"Sangat mengkhawatirkan"

Anak-anak mengatakan memiliki hubungan keluarga yang saling menyayangi dan suportif sangat penting. Bagi para remaja, memiliki pilihan dan otonomi pada tingkat yang masuk akal juga sangat penting.

Pimpinan eksekutif Children's Society, Matthew Reed, mengatakan: "Ksejahteraan generasi Inggris di masa depan sangat kritis. "

"Mereka menghadapi masalah yang nyata yang dapat kita carikan jalan keluarnya seperti tidak merasa aman di rumah, melihat konflik keluarga atau mengalami kekerasan," kata dia.

Organisasi ini menyatakan tidak tahu penyebab mandeknya kebahagiaan ini tapi terdapat indikasi bahwa masalah seperti kemiskinan, pengangguran yang terkait dengan perlambatan ekonomi bisa menjadi bagian penyebabnya.

Psikologis Linda Papadopoulos mengatakan sangat penting untuk tidak mengabaikan anak usia 14 hingga 15 tahun hanya dengan mengatakan "biasa lah, remaja."

"Kita harus benar-benar berbicara dengan generasi ini dan menyimak apa yang mereka ingin katakan."

"Anak-anak dan remaja layak mendapatkan dukungan, pililihan dan pendapat yang memadai. Menjadi tidak bahagia adalah bagian yang bisa dihindari dalam masa tumbuh dewasa. Kita berhutang kepada anak-anak kita untuk membantu mereka berkembang semaksimal mungkin."