BBC navigation

Obesitas dapat memicu osteoporosis

Terbaru  16 Juli 2013 - 13:03 WIB
Tulang

Lemak pada sumsum tulang menyebabkan kerapuhan.

Obesitas disebut dapat memicu risiko osteoporosis atau pengeroposan tulang, seperti diungkapkan dalam sebuah penelitian.

Peneliti AS menemukan seseorang yang memiliki kelebihan berat badan menyimpan lemak dalam tulang mereka yang dapat menyebabkan kerapuhan dan tulang mudah retak.

Tim dari Harvard Medical School di Boston melakukan pemidaian terhadap tubuh 106 orang yang mengalami kegemukan laki-laki dan perempuan.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Radiology.

Pemidaian ini mendapati sebagian orang menyimpan lemak di tempat tersembunyi dalam hati, otot dan sumsum tulang mereka seperti di perut, pinggul dan paha.

Dr Miriam Bredella, yang melakukan penelitian, mengatakan orang yang memiliki tubuh berbentuk apel dan memiliki lemak dipinggang mereka, memiliki risiko yang lebih besar.

Lemak pada tulang

Sumsum tulang adalah tempat dimana sel berperan dalam pembentukan tulang baru dan menurut Dr Bredella, jika lebih banyak sumsum yang diambil alih oleh sel lemak maka akan menyebabkan tulang menjadi rapuh.

Dia mengatakan: "Jika anda memiliki tulang yang dipenuhi dengan lemak, maka tidak akan kuat."

"Obesitas sebelumnya diperkirakan dapat mencegah kerapuhan tulang. Kami menemukan bahwa pendapat ini tidak benar."

Peneliti mengatakan yang terbaik adalah mempertahankan berat badan kita agar tetap ramping.

Lemak pada sumsum tulang lebih tinggi ditemukan dalam tubuh orang yang memiliki osteoporosis.

Hampir tiga juta orang di Inggris diperkirakan mengalami osteoporosis.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.